Sains
Rabu, 22 Oktober 2025 17:06 WIB

Amazon bangun reaktor nuklir modular untuk data center

Amazon mengumumkan rencana ambisius membangun pembangkit listrik nuklir modular untuk mendukung operasional pusat data Amazon Web Services (AWS).

Amazon mengumumkan rencana ambisius membangun pembangkit listrik nuklir modular untuk mendukung operasional pusat data Amazon Web Services (AWS), sebagaimana dilansir dari Engadget. Langkah ini diambil setelah gangguan layanan besar-besaran yang menimpa lebih dari seribu perusahaan, menunjukkan betapa pentingnya pasokan listrik andal untuk bisnis komputasi cloud senilai USD123 miliar (Rp2.040 triliun) per tahun.

Proyek yang disebut Fasilitas Energi Lanjutan Cascade ini akan dibangun di dekat Stasiun Pembangkit Columbia milik Energy Northwest di negara bagian Washington. Amazon akan menggunakan reaktor modular kecil tipe Xe-100 buatan X-Energy yang menghasilkan 80 MWe per unit. Meski tampak kecil, desain modular memungkinkan reaktor diproduksi massal di pabrik kemudian dikirim ke lokasi dengan truk.

Reaktor Xe-100 menggunakan teknologi pendingin gas bersuhu tinggi dengan bahan bakar TRISO-X berbentuk butiran uranium yang dibungkus lapisan karbon dan keramik. Bahan bakar berbentuk bola kecil ini dimasukkan melalui corong ke reaktor dan menghasilkan reaksi fisi yang mengatur diri sendiri. Gas helium membawa panas ke penukar panas untuk menghasilkan uap bagi generator listrik.

Fasilitas pertama akan terdiri dari empat reaktor dengan total daya 320 MWe dan berpotensi diperluas hingga 12 reaktor menghasilkan 960 MWe. Pembangunan dijadwalkan dimulai akhir dekade ini dan beroperasi pada 2030-an. Jika berhasil, Amazon menargetkan penambahan 5 GW tenaga nuklir di Amerika Serikat pada 2039, cukup untuk menyuplai 3,8 juta rumah tangga.

Keunggulan reaktor modular kecil adalah ukuran lebih ringkas dan tidak memerlukan konstruksi sipil mahal seperti pembangkit nuklir konvensional. Kapasitas dapat disesuaikan dengan menambah atau mengurangi modul reaktor sesuai kebutuhan. Proses pembongkaran juga lebih mudah karena modul dapat diangkat utuh setelah dimatikan dan dikosongkan dari bahan bakar.

"Proyek ini bukan sekadar teknologi baru, tetapi menciptakan sumber energi bebas karbon yang andal untuk mendukung dunia digital yang terus berkembang," kata Kara Hurst, kepala keberlanjutan Amazon. Ia menekankan dampak positif reaktor modular kecil terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

Investasi Amazon dalam energi nuklir mencerminkan tren perusahaan teknologi besar yang membutuhkan pasokan listrik stabil untuk pusat data. Dengan pertumbuhan kecerdasan buatan dan komputasi awan, kebutuhan energi diprediksi melonjak drastik dalam dekade mendatang. Teknologi reaktor Generasi IV seperti Xe-100 menawarkan solusi energi bersih tanpa emisi untuk memenuhi permintaan tersebut.