Seorang ilmuwan bernama Brian Haidet berhasil merakit kamera dengan kecepatan dua miliar bingkai per detik (fps) untuk merekam pergerakan cahaya di garasinya, dilansir dari Petapixel. Berbekal gelar doktor di bidang ilmu material, Haidet meningkatkan desain kamera sebelumnya, yang “hanya” mencapai satu miliar bingkai per detik, dengan memperbaiki hampir seluruh komponennya selama setahun terakhir.
Kamera luar biasa ini terdiri atas satu cermin, satu lensa, dua tabung, kabel, serta lampu kilat yang tergolong unik. Selain itu, Haidet menulis beberapa ratus baris kode Python untuk mengendalikan pencahayaan dan sinkronisasi rekaman. Hasilnya, cahaya yang merambat dengan kecepatan batas alam semesta dapat terekam sebagai serangkaian titik tunggal yang bergerak sejauh 15 sentimeter tiap frame.
Supaya dapat menangkap citra, Haidet menggunakan metode “penyusunan ubin”. Karena kamera ini hanya merekam satu piksel per frame, ia harus memindahkan arahnya berkali-kali untuk merekam piksel lain. Setelah mengumpulkan banyak sekali rekaman, ia menyusun tiap video piksel menjadi satu gambar utuh. Teknik ini mirip dengan metode fotografi astronomi yang menggabungkan banyak bidikan demi mendapatkan citra beresolusi tinggi.
Meski terdengar sederhana, kamera ini mencatat fenomena menakjubkan: kilatan cahaya, pantulan di dinding, dan bayangan benda yang dilintasi oleh berkas laser. Menurut Haidet, kamera ini tidak sekadar alat eksperimen; ia menegaskan bahwa ini adalah “kamera dua miliar bingkai per detik yang sesungguhnya,” sekaligus solusi murah dibandingkan teknologi perekam komersial sekelas itu.
Sebelumnya, Haidet juga menciptakan timelapse tak berujung yang membuat bintang utara terlihat diam walau Bumi berputar. Ia menggunakan kamera Sony A6000, lensa Samyang 12 mm, dan sebuah motor putar untuk menyesuaikan kecepatan rotasi gambar dengan gerak bumi. Eksperimen ini menegaskan kecakapannya dalam menggabungkan perangkat keras sederhana dengan pemrograman kreatif.



