Tim robotika di Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) telah mencapai terobosan luar biasa: mereka mengajarkan robot humanoid Unitree G1 untuk bermain basket seperti pemain profesional NBA. Ini adalah pertama kalinya di dunia sebuah robot humanoid kompak berhasil melakukan semua teknik basket: dribel, passing, dan menembak, dalam lingkungan nyata.
Dilansir dari Digitaltrends, Unitree G1 adalah robot humanoid berukuran ringkas yang dikembangkan oleh Unitree Robotics, perusahaan robot asal Tiongkok. Untuk mencapai kemampuan basketnya, tim HKUST menggunakan teknologi AI bernama SkillMimic, sebuah kerangka kerja yang belajar dari demonstrasi manusia melalui video dan sensor pelacak gerakan. SkillMimic menganalisis gerakan pemain basket profesional, kemudian mengoptimalkan gerakan-gerakan itu dalam simulasi virtual hingga cukup sempurna untuk aplikasi dunia nyata.
Kecanggihan SkillMimic terletak pada tiga konsep utama. Pertama, Stitch Trajectory Graph menghubungkan posisi tubuh serupa di berbagai aksi, seperti dribel, passing, atau tembakan; menciptakan jalur transisi baru yang belum pernah dilihat robot sebelumnya. Kedua, State Field training memaksa robot belajar pulih dari kesalahan dengan memulai dari posisi awal yang sedikit berbeda setiap kali. Ketiga, Adaptive Trajectory Sampling memberikan penekanan latihan lebih pada momen-momen sulit dalam data gerakan.
Hasil demonstrasi sangat memukau. Video yang beredar di internet menunjukkan G1 bergerak di lapangan basket dengan mulus, melakukan gerakan alami, mengecek bola dengan kontrol sempurna, dan menembak bola ke keranjang dengan presisi. Bahkan ketika seorang peneliti mencoba menghalangi passing robot, G1 berhasil memulihkan keseimbangan dan melanjutkan permainan.
Pencapaian ini penting karena menunjukkan bahwa humanoid robot tidak lagi terbatas pada gerakan dasar. Mereka bisa belajar koordinasi kompleks, visi real-time, prediksi, dan gerakan atletik dalam lingkungan dinamis cepat. Sebelumnya, Toyota telah mengembangkan robot CUE yang bisa menembak basket, tetapi dari posisi tetap. Kemajuan HKUST melampaui itu dengan pergerakan bebas penuh.
Pax Insight
Kemampuan G1 bermain basket menandai threshold psychologi baru dalam robotika: dari "mesin yang bisa melakukan pekerjaan" ke "mesin yang bisa bermain dan berkompetisi." Basketball adalah olahraga komplex yang memerlukan adaptasi real-time, estimasi jarak, timing presisi, dan problem-solving cepat, semua skill yang transfer ke domain lain. Ini bukan hanya tentang robot yang menembak, tetapi tentang AI yang telah mencapai level pemahaman fisika yang mendekati manusia.
First-ever real-world basketball demo
— Yinhuai (@NliGjvJbycSeD6t) November 20, 2025
by a humanoid robot
Bonus: I became the first person to record a block against a humanoid #Robotics #AI #TechDemo #NBA pic.twitter.com/mERAsHxsLI



