Siapa yang hari gini gak pakai AI di smartphone buat kegiatan sehari-hari? Kalau jawab engga, pasti bohong nih. Soalnya, saat ini teknologi AI sudah dimana-mana, bahkan di smartphone kita semenjak beberapa tahun terakhir.
Bahkan, data terbaru yang diungkap oleh Kantar menyebut 59 persen masyarakat Indonesia setidaknya sudah pakai teknologi AI sekali dalam rentang 6 bulan ini. Jadi bohong kalau sudah pakai smartphone canggih, tapi gak pakai AI.
Menariknya, data tersebut juga mengungkap bahwa sebagian besar pengguna pakai AI untuk produktivitas. Tapi, apa aja sih sebenernya yang digunakan pengguna AI secara umum oleh masyarakat Indonesia?
Ternyata, ada perbedaan penggunaan nih antara Gen-Z dan Millennial. Kalau Gen-Z, biasanya AI digunakan untuk personal branding, sedangkan Millennial lebih ke penggunaan untuk mendukung produktivitas.
Di sisi kreatifitas, penggunaan AI saat ini juga sudah cukup tinggi. Memang, penggunaan teknologi ini masih didominasi oleh Gen-Z. Tapi baik Millennial dan Boomer masih menggunakan fitur ini. Beberapa fitur yang sering digunakan adalah meningkatkan kualitas gambar dan membantu pengeditan foto dan video.
“Setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap AI, namun tujuannya serupa: mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik. Hari ini, AI menjadi teknologi yang inklusif, menghubungkan Gen Z yang serba cepat, Millennial dan Gen X yang multitasking, hingga Boomer yang mengandalkan kepraktisan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ummu Hani, Director Kantar Indonesia.
Meski teknologi AI sudah canggih, Denny Galant, Country Head of Android Platforms & Ecosystems, Google Indonesia menegaskan bahwa keamanan di sistem operasi Android terus mereka sempurnakan untuk memastikan data pribadi pengguna Android aman.
“Seiring Google Gemini menjadi semakin personal, komitmen kami terhadap privasi dan keamanan data tetap menjadi prioritas utama. Hal ini tercermin dari data yang menunjukkan bahwa 80% pengguna Android merasa yakin terhadap perlindungan anti-malware di perangkat mereka, sehingga pengguna merasa aman dari berbagai ancaman siber,” ujar Denny Galant, Country Head of Android Platforms & Ecosystems, Google Indonesia.
Di sisi lain, Samsung sebagai salah satu produsen smartphone yang memiliki banyak produk yang sudah mendukung AI mengungkapkan ada tren kenaikan penggunaan AI di perangkat mereka, terutama dari pengguna Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6 ke Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia mengatakan bahwa 85,5% pengguna Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6 sudah menggunakan Galaxy AI, sedangkan pengguna AI di Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 meningkat ke angka 87,1%.
“Di Samsung, komitmen kami adalah membuka potensi setiap generasi dari Gen Z yang dinamis hingga Gen X yang berpengalaman melalui fondasi produktivitas yang lebih cerdas dan intuitif. Komitmen ini bukanlah hal baru, langkah transformatif ini telah kami mulai dengan menjadi pionir yang membawa teknologi AI paling mutakhir ke genggaman masyarakat Indonesia. Kini, perjalanan inovasi itu mencapai babak baru yang lebih personal,” ujar Ilham.
“Kami tidak hanya menyematkan AI, tetapi menciptakan sebuah simbiosis sempurna antara kecerdasan Galaxy AI dengan fleksibilitas form factor yang revolusioner pada Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7. Inilah wujud nyata dari visi kami: menghadirkan teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga benar-benar adaptif, mampu memahami dan melengkapi cara kerja unik setiap individu, sehingga semua orang bisa berkarya tanpa batas. Terbukti, 9 dari 10 pengguna telah menggunakan Galaxy AI dan Google Gemini di kesehariannya.”
Nah untuk aplikasi AI yang sering dipakai oleh pengguna Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7, terbagi jadi 5 kategori, yakni Circle To Search, Writing Assistant, Photo Assistant, AI Wallpaper, dan juga Generative Edit. Nah kalian sendiri sering pakai yang mana nih?



