Gawai
Rabu, 26 November 2025 13:21 WIB

Huawei Mate 8 Pro Max usung layar 8000nits.

Huawei Mate 80 Pro Max hadir dengan layar dual-layer OLED 8000 nits, desain datar tegas, dan dua lensa periskop.

Huawei resmi memperkenalkan seri Mate 80 di China. Varian tertingginya, Mate 80 Pro Max, langsung curi perhatian. Ponsel ini memiliki layar dual-layer OLED yang diklaim mampu mencapai puncak kecerahan hingga 8000 nits, yang merupakan angka tertinggi di industri saat ini.

Dilansir dari laman The Verge (26/11), Huawei mengklaim bahwa kecerahan panel 6,9 inci Mate 80 Pro Max melampaui Realme GT 8 Pro dan Pixel 10 Pro, meskipun tingkat kecerahan tertinggi biasanya hanya dapat dilihat dalam kondisi tertentu, namun ini menunjukkan kemampuan layar yang sangat terang dan kontras tinggi.

Layar datar dan sisi bodi yang lebih tegas sekarang ada di setiap versi Mate 80. Ini sesuai dengan tren smartphone kontemporer yang meninggalkan desain melengkung. Terdapat lingkaran besar di bagian belakang yang menunjukkan lokasi coil charging nirkabel.

Coil dan modul kamera membentuk siluet angka delapan. Model Mate 80 RS Ultimate Design memiliki chipset Kirin terbaru dan memiliki RAM hingga 20GB. Namun, versi Pro Max memiliki kapasitas baterai 6.000mAh yang masuk akal. Angka ini tidak sejalan dengan tren baterai jumbo yang muncul di pasar China. 

Dengan hadirnya dua lensa periskop pada model tertinggi, segmen kamera tetap menjadi daya tarik utama. Huawei juga menambah dukungan buat aksesori telephoto extender kit. Fitur ini sedang digemari produsen smartphone flagship. Sebagai pesaing Galaxy Z Fold, Huawei meluncurkan penerus seri foldable Mate X7.

Perangkat foldable ini bawa sertifikasi IP58 dan IP59 buat perlindungan debu dan air. Baterainya 5.600mAh yang lebih besar, layar lebih luas, dan peningkatan performa di chipset serta kamera. Peluncuran Mate 80 dan Mate X7 menjadi salah satu acara terbesar Huawei tahun ini.

Pax Insight 
Kecerahan layar ekstrem kayak 8.000 nits bisa jadi nilai tambah besar mengingat kondisi cahaya luar ruangan yang cenderung terik. Tapi, ketersediaan terbatas Huawei di pasar global bikin banyak pengguna lokal harus menunggu. Tren layar datar, kamera periskop, dan desain serba tegas juga makin kuat dan diprediksi bakal memengaruhi arah desain smartphone premium yang masuk ke Indonesia.