Baterai merupakan salah satu komponen penting yang ada di smartphone dan biasanya tidak rusak secara tiba-tiba. Penurunan performa baterai umumnya terjadi secara perlahan, dari yang awalnya bisa bertahan seharian, lalu perlahan terus berkurang.
Penurunan ini merupakan hal tak terelakkan karena sel lithium-ion memiliki siklus pengisian daya yang terbatas secara kimiawi. Namun, seberapa cepat performa baterai itu turun sangat tergantung pada kebiasaan pengguna sehari-hari.
Tak jarang, banyak pengguna tanpa sadar mempercepat penurunan performa baterai smartphone mereka. Untuk itu, artikel ini akan membahas tentang cara mempertahankan performa baterai tetap optimal untuk jangka panjang.
Kenapa ini penting?
Biaya mengganti baterai smartphone harus diakui beragam, bisa dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung merek dan tipe. Namun, jika kesehatan baterai bisa dijaga sehat lebih lama, pengeluaran untuk mengganti baterai pun bisa dikurangi.
Untuk itu, sebelum membahas tentang cara menjaga kapasitas baterai tetap optimal, perlu diketahui ada tiga faktor utama yang menentukan seberapa cepat usia berkurang.
Mulai dari tekanan listrik yang berlebih pada komponen baterai, lalu suhu tinggi yang bisa mempercepat reaksi kimia dalam sel baterai, hingga kebiasaan pengisian dan pemakaian harian.
Oleh sebab itu, saat ini banyak smartphone modern yang menggunakan sistem trickle charging. Jadi, pengisian akan berangsung pelan-pelan saat mendekat penuh, atau bahkan berhenti sementara di 100 persen dan hanya mengisi kembali saat benar-benar diperlukan.
Selain itu, ancaman bagi baterai yang jarang diperhatikan adalah suhu panas, bukan sekadar overcharging. Sebab, panas yang dihasilkan bisa mempercepat degradasi kimia dalam baterai, dan berdampak pada usia baterai.
Fitur perlindungan
Kabar baiknya, banyak smartphone modern sudah dilengkapi fitur pintar untuk melindungi performa baterai. Pengguna cukup mengaktifkannya.
Sebagai contoh di iPhone, Apple telah menyediakan fitur Optimized Battery Charging yang akan mempelajari rutinitas pemakaian pengguna, serta mengatur pengisian baterai dalam kondisi tertentu.
Fitur serupa juga dapat ditemukan di smartphone Android, seperti Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu kini menyediakan fitur Battery Protect untuk membantu mengurangi stres saat pengisian daya dalam waktu lama.
Merek smartphone Android lain juga memiliki fitur serupa tapi dengan nama berbeda. Meski punya nama berbeda, semua fitur ini bekerja dengan memperlambat pengiriman daya secara dinamis atau membatas proses pengisian berdasarkan kebiasaan pengguna.
Cara charge HP yang lebih cerdas
Berkat sejumlah fitur pintar tersebut, pengguna tinggal melakukan beberapa penyesuaian untuk memperpanjang usia baterai. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan pengguna:
- Aktifkan fitur optimisasi bawaan: Ini langkah pertama dan paling penting. Bukan pengaturan smartphone dan cari pengaturan yang sesuai untuk mengaktifkannya.
- Jaga suhu HP tetap dingin: Ketika HP terasa panas saat diisi daya, pengguna bisa melakukan beberapa cara. Mulai dari melepas case, memindahkannya ke tempat lebih sejuk, hingga menjauhkannya dari perangkat elektronik lain.
- Hindari wireless charger berlebihan: Wireless charging cenderung menghasilkan panas lebih besar dibanding pengisian daya dengan kabel. Karenanya, untuk pengisian semalaman, pengisian dengan kabel biasanya lebih aman.
- Pakai charger dan kabel berkualitas: Pemakaian charger dan kabel bawaan bisa jadi pilihan atau menggantinya dengan buatan brand terpercaya. Sebab, kabel dan charger yang murah meriah kadang mengalirkan arus tak stabil, yang bisa menyebabkan masalah baterai.
- Jangan obsesi dengan 100 persen: Ini yang menarik, baterai lithium-ion sebenarnya lebih suka charge pendek yang sering, daripada sekali charge penuh. Selain itu, tak perlu menunggu baterai HP kosong sebelum melakukan isi daya.
Pax insight
Smartphone modern sebenarnya sudah dirancang untuk bisa melindungi performa baterai mereka dalam aktivitas sehari-hari. Terbukti, adanya fitur optimalisasi di berbagai perangkat smartphone.
Namun, jika fitur itu tidak diaktifkan, kemampuan tersebut akan sia-sia. Untuk itu, pengguna smartphone disarankan untuk mengaktifkan fitur tersebut agar usia baterai lebih terjaga, dan melakukan beberapa tips di atas.
Selain itu, hal penting yang juga perlu diketahui adalah fokus menjaga suhu baterai ketimbang sekadar overcharging. Dengan mulai menjaga suhu baterai tetap stabil, usia baterai pun kemungkinan bisa tetap terjaga hingga jangka panjang.



