Sains
Selasa, 28 Oktober 2025 11:31 WIB

Musik kurangi risiko demensia hingga 39%

Mendengarkan atau bermain musik di usia tua bisa lebih dari sekadar menghibur, musik juga mungkin membantu menjaga pikiran tetap tajam.
Ilustrasi

Mendengarkan atau bermain musik di usia tua bisa lebih dari sekadar menghibur, musik juga mungkin membantu menjaga pikiran tetap tajam. Studi terhadap lebih dari 10.000 orang dewasa tua menemukan bahwa orang yang secara teratur terlibat dengan musik memiliki tingkat penurunan kognitif yang jauh lebih rendah, dengan pendengar musik harian menunjukkan hingga 39 persen penurunan risiko mengembangkan demensia, dilansir dari New Atlas.

Para peneliti dari Universitas Monash menyelidiki apakah "aktivitas rekreasi yang berkaitan dengan musik" dapat menurunkan risiko demensia dan gangguan kognitif tanpa demensia (CIND), serta meningkatkan fungsi otak pada orang dewasa tua yang sehat. Mereka melihat 10.893 orang dewasa berusia 70 tahun ke atas tanpa diagnosis demensia saat berpartisipasi dalam studi ASPREE dan substudi ASPREE Longitudinal Study of Older Persons (ALSOP).​

Hasil menunjukkan bahwa selalu atau sering mendengarkan musik dikaitkan dengan manfaat terbesar, 39 persen insidensi demensia lebih rendah dan 17 persen insidensi gangguan kognitif lebih rendah. Musik juga berhubungan positif dengan kognisi keseluruhan dan memori sehari-hari. Bermain alat musik dikaitkan dengan 35 persen tingkat demensia lebih rendah, sementara mendengar dan bermain musik dikaitkan dengan 33 persen penurunan risiko dibandingkan dengan orang yang tidak pernah, jarang, atau kadang mendengarkan atau bermain musik.​

Tentu saja, ini adalah studi observasional yang hanya dapat menghubungkan asosiasi, bukan membuktikan penyebabnya. Namun, terlibat dengan musik telah terbukti merangsang berbagai wilayah otak yang mendukung memori, emosi, dan perhatian; semua proses penting untuk dipertahankan saat kita menua. Terapi musik telah digunakan sejak minimal 1700-an untuk merangsang berbagai wilayah otak, meskipun bukan sesuatu yang sering dikaitkan dengan orang dewasa tua.​

"Hasil ini menyoroti musik sebagai strategi yang menjanjikan dan dapat diakses untuk membantu mengurangi gangguan kognitif dan menunda timbulnya demensia di kemudian hari," kata para peneliti. "Bukti menunjukkan bahwa penuaan otak tidak hanya berdasarkan usia dan genetika tetapi dapat dipengaruhi oleh pilihan lingkungan dan gaya hidup seseorang sendiri".​

Studi sebelumnya dari Universitas Northeastern menemukan bahwa musik spesifik, lagu yang membangkitkan perasaan nostalgia pada individu, dapat mengaktifkan area otak yang penting untuk fungsi kognitif. Penelitian terbaru tidak menentukan jenis musik, tetapi bukti menunjukkan bahwa lagu yang membangkitkan minat atau kenangan kemungkinan adalah makanan auditori terbaik untuk otak.​

Menurut laporan 2025 Alzheimer's Disease Facts and Figures, satu dari sembilan orang dewasa Amerika berusia di atas 65 tahun menderita demensia Alzheimer, dengan tingkat tersebut meningkat seiring usia bertambah. Temuan ini memberikan harapan bagi jutaan orang tua yang mencari cara alami dan menyenangkan untuk menjaga kesehatan kognitif mereka.​