Para peneliti di Universitas Bath, Inggris, mengembangkan teknologi “HydroHaptics” yang memungkinkan perangkat input, seperti mouse dan joystick, menjadi lembut dan responsif. Alih-alih tombol keras, permukaannya menggunakan sel silikon yang bisa ditekan, dipelintir, atau diperas, memberikan sensasi sentuhan yang lebih alami.
Dilansir dari New Atlas, prinsip kerjanya sederhana: atas dan bawah sel haptik diisi air dalam volume tetap. Ketika pengguna menekan sel atas, air terdorong ke membran bawah yang fleksibel, memicu sensor tekanan. Perangkat kemudian menerjemahkan perubahan tekanan menjadi perintah komputer. Sebaliknya, motor brushless akan menekan sel dari bawah, memaksa sel atas menonjol sehingga jari merasakan dorongan atau getaran yang lembut.
Teknologi ini telah diuji dalam berbagai bentuk. Sebuah bantalan yang diintegrasikan dengan sel haptik dapat mengendalikan perangkat pintar di rumah melalui tekanan. Joystick khusus membawa pengalaman bermain game lebih imersif dengan sensasi tahanan dan benturan tajam.
Ransel haptik memberitahu pengguna tentang notifikasi smartphone lewat ketukan di tali bahu. Bahkan, sebuah mouse berisi sel hidroaktif mampu memandu pengguna memahat objek virtual dengan mensimulasikan kekakuan material.
Keunggulan HydroHaptics terletak pada kesederhanaannya: tanpa pompa besar atau konsumsi daya tinggi, sistem ini tetap ringkas dan dapat diandalkan. Para peneliti mencatat, ini adalah langkah pertama menghadirkan feedback sentuhan berkualitas tinggi dalam objek lunak dan antarmuka lembut.
Dengan dukungan motor dan sensor canggih, HydroHaptics membuka peluang baru bagi interaksi manusia-komputer yang lebih intuitif dan memanjakan indera. Teknologi ini layak diharapkan hadir di berbagai perangkat masa depan, dari alat medis hingga kontrol kendaraan otonom, meningkatkan cara kita bekerja dan bersentuhan dengan dunia digital.



