Sains
Rabu, 22 Oktober 2025 14:09 WIB

Implan mata kembalikan penglihatan pasien buta

Teknologi implan mata revolusioner berhasil mengembalikan penglihatan sebagian kepada puluhan pasien yang mengalami kebutaan akibat degenerasi makula terkait usia.
Sumber: Science Corporation

Teknologi implan mata revolusioner berhasil mengembalikan penglihatan sebagian kepada puluhan pasien yang mengalami kebutaan akibat degenerasi makula terkait usia, sebagaimana dilansir dari The Verge. Uji klinis yang dipublikasikan dalam jurnal The New England Journal of Medicine menunjukkan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen, dengan 26 dari 32 peserta mampu membaca kembali setelah satu tahun perawatan.​

Perangkat yang disebut PRIMA ini dikembangkan oleh Science Corporation dan merupakan terobosan signifikan dalam upaya memulihkan penglihatan. Implan berukuran 2 milimeter kali 2 milimeter dan setebal hanya 30 mikrometer ini ditanamkan di bawah retina mata pasien melalui prosedur bedah.​

Sistem ini bekerja dengan menggabungkan implan retina dan kacamata pintar yang dilengkapi kamera video. Kamera merekam pemandangan di depan pasien, kemudian kecerdasan buatan mengubah informasi tersebut menjadi sinyal inframerah yang dipancarkan ke implan. Implan tersebut kemudian merangsang sel saraf retina yang masih sehat, sehingga sinyal dapat dikirim ke otak melalui saraf optik dan diinterpretasikan sebagai penglihatan.​

Uji klinis ini berfokus pada pasien dengan degenerasi makula terkait usia, kondisi yang menyebabkan kerusakan bertahap pada sel-sel retina pusat. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan mengakibatkan hilangnya penglihatan sentral, membuat penderita kesulitan membaca, mengenali wajah, atau melakukan tugas yang membutuhkan detail visual.​

Dari 38 peserta awal yang menerima implan retina, 32 orang menyelesaikan uji coba selama setahun penuh. Hasilnya menunjukkan 26 peserta atau 84 persen mengalami peningkatan penglihatan yang signifikan secara klinis. Para peserta mampu membaca huruf, angka, dan kata-kata hingga rata-rata lima baris pada tabel penglihatan.​

Sheila Irvine, peserta berusia 70 tahun dari Rumah Sakit Moorfields di London, menggambarkan pengalamannya sebagai "luar biasa". Ia yang sebelumnya buta total kini bisa membaca label dengan huruf kecil dan mengerjakan teka-teki silang. Seorang peserta dari Prancis bahkan berhasil menggunakan penglihatan yang dipulihkan untuk menavigasi kereta bawah tanah Paris.​

Meski penglihatan yang dikembalikan tidak sempurna, hanya hitam putih dan agak buram, para ahli menilai hasil ini sebagai pencapaian luar biasa. Science Corporation telah mengajukan sertifikasi agar perangkat ini bisa dijual di pasar Eropa. Teknologi ini memberikan harapan bagi sekitar lima juta orang di seluruh dunia yang menderita degenerasi makula stadium lanjut.​