Para peneliti dari MIT telah menemukan cara revolusioner untuk mengekstrak air minum langsung dari udara menggunakan gelombang suara ultrasonik. Dilansir dari New Atlas, teknologi ini bisa mengubah kehidupan jutaan orang yang tidak memiliki akses ke sumber air bersih.
Sebelumnya, para ilmuwan di seluruh dunia mencoba berbagai metode untuk menangkap air dari udara, mulai dari cat khusus hingga bahan berpori. Namun masalahnya, setelah material menangkap air dari udara, diperlukan panas untuk menguapkan air tersebut agar bisa diminum. Proses ini memakan waktu lama dan energi yang sangat banyak.
Tim MIT yang dipimpin Svetlana Boriskina menemukan solusi berbeda: menggunakan gelombang suara. Mereka membuat alat berbentuk pelat datar yang memancarkan gelombang ultrasonik pada frekuensi lebih dari 20 kilohertz (20.000 siklus per detik). Ketika gelombang ini menyentuh material penyimpan air, gelombang tersebut mengguncang ikatan lemah antara molekul air dan material, sehingga air terlepas sebagai tetes-tetes.
Hasilnya sangat mengesankan: semua air yang ditangkap dapat dikeluarkan hanya dalam 2 hingga 7 menit. Bandingkan dengan metode panas dari matahari yang memerlukan waktu berhari-hari. Alat ultrasonik ini 45 kali lebih efisien!
Yang terbaik, alat ini hanya butuh sedikit tenaga listrik yang bisa disuplai panel surya kecil. Para peneliti berharap teknologi ini dapat segera diuji di lapangan untuk menilai kinerja nyata di berbagai kondisi iklim dan kelembapan.
Jika berhasil, perangkat berukuran jendela yang digerakkan panel surya itu bisa dipasang di rumah-rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, serta di lokasi bencana untuk memenuhi kebutuhan air darurat. Selain manfaat sosial, desain yang sederhana dan konsumsi energi rendah membuka peluang produksi massal dengan biaya yang lebih terjangkau, asalkan tantangan teknis seperti ketahanan material penyimpan air, pemeliharaan unit ultrasonik, dan pengolahan akhir untuk memastikan standar kualitas air terpenuhi dapat diatasi.
Langkah berikutnya yang diperlukan meliputi uji coba jangka panjang, sertifikasi keselamatan dan kualitas air, serta kerja sama lintas sektor antara akademia, industri, dan organisasi kemanusiaan untuk mempercepat adopsi.
Para peneliti juga akan fokus pada optimasi desain agar lebih efisien dan mudah diproduksi, serta pada strategi distribusi yang memastikan teknologi ini sampai ke komunitas yang paling membutuhkan. Jika semua berjalan sesuai rencana, inovasi ini berpotensi menjadi solusi praktis dan berkelanjutan untuk mengurangi krisis air bersih di banyak wilayah di dunia.
Pax Insight
Inovasi ultrasonik MIT menunjukkan potensi transformatif: dengan efisiensi tinggi dan kebutuhan energi rendah, teknologi ini bisa mengubah cara kita memenuhi kebutuhan air di daerah terpencil dan saat bencana, namun keberhasilan nyata bergantung pada uji lapangan, ketahanan material, jaminan kualitas air, dan model produksi‑distribusi yang adil; jika tantangan teknis dan regulasi diatasi serta kolaborasi lintas sektor terwujud, perangkat sederhana bertenaga surya ini berpeluang menjadi solusi praktis, terjangkau, dan berkelanjutan untuk mengurangi krisis air bersih secara luas.



