Sains
Rabu, 18 Februari 2026 10:50 WIB

Juara di kandang lawan: Tim Labmino UI raih posisi Global Ambassador

Tim Labmino dari Universitas Indonesia resmi terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador.

Februari 2026 menjadi tonggak bersejarah bagi Indonesia. Tim Labmino dari Universitas Indonesia resmi terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador dengan inovasi mereka, RunSight. Setelah melalui seleksi ketat bersama tim-tim dari berbagai negara, Labmino berhasil masuk jajaran 10 Global Ambassador, membawa nama Indonesia ke panggung inovasi dunia.

Perjalanan mereka dimulai pada Oktober 2025, ketika Labmino meraih juara pertama di Samsung Solve for Tomorrow Indonesia. Hanya sebulan kemudian, mereka menembus Top 20 Tim Global, membuktikan kualitas ide dan semangat inovasi anak muda Indonesia. Puncaknya, Februari 2026, RunSight mengantarkan mereka ke posisi prestisius sebagai wakil Indonesia di level internasional.

Kehadiran Tim Labmino bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan simbol kebanggaan bangsa. Inovasi RunSight menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian sosial dapat berpadu menjadi solusi nyata. Dari kampus Universitas Indonesia, mereka kini berdiri tegak di panggung global, menginspirasi generasi muda dan mengharumkan nama Indonesia di dunia.

Tonggak sejarah

Terpilihnya Tim Labmino merupakan tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, perwakilan Indonesia berhasil lolos dan menyandang gelar bergengsi sebagai SFT Global Ambassador. Prestasi ini semakin prestisius mengingat Indonesia menjadi satu dari hanya dua negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) yang berhasil meraih posisi tersebut.

Pengakuan ini menegaskan bahwa inovasi anak muda Indonesia tidak lagi hanya relevan di tingkat lokal. Mereka mampu menerjemahkan tantangan nyata di masyarakat menjadi solusi berbasis teknologi yang berdampak, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat global. Ini adalah sinyal kuat kebangkitan inovasi teknologi tanah air.

RunSight: Inovasi inklusif berbasis AI

Inti dari keberhasilan Tim Labmino terletak pada solusi inovatif mereka yang bernama RunSight. Perangkat ini adalah wearable berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas visual agar dapat berlari secara mandiri dan aman.

Pengembangan RunSight bukanlah hal yang sederhana. Tim Labmino dihadapkan pada tantangan teknis yang kompleks, yakni menciptakan perangkat yang berbiaya rendah tetapi tetap hemat energi.

Keunggulan rekayasa tim terlihat dari kemampuan mereka mengoptimalkan penggunaan AI. Mereka berhasil membuat sistem kecerdasan buatan yang kompleks menjadi ringan dan efisien, sehingga dapat beroperasi pada perangkat wearable tanpa mengorbankan performa maupun keamanan pengguna. Inilah yang membuat RunSight dinilai sebagai solusi cerdas yang memadukan empati dengan keunggulan teknologi.

Profil tim dan dukungan pemerintah

Tim Labmino terdiri dari empat mahasiswa visioner Universitas Indonesia, yaitu Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim.

Bagi mereka, kompetisi ini lebih dari sekadar trofi. Anthony Edbert Feriyanto, salah satu anggota tim, menyatakan, “Bagi kami, ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah program, tetapi tentang membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak.”.

Prestasi ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan kebanggaannya. “Kami bangga melihat Tim Labmino mampu berdiri sejajar dan berkontribusi di forum global. Inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Implikasi masa depan

Kemenangan Tim Labmino membawa implikasi luas bagi ekosistem inovasi di Indonesia. Samsung, melalui program SFT, menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi.

Samsung dan Indonesia kini bersama-sama mengirimkan pesan kepada dunia bahwa inovasi dengan tujuan mulia dapat lahir dari Indonesia. Dukungan berkelanjutan diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk berani bermimpi besar, berkolaborasi lintas batas, dan memimpin masa depan melalui teknologi yang bermakna.