Perang angka fast charging kian sengit, dari 33W, 67W, 100W, sampai 120W di kalangan vendor smartphone guna menggaet konsumen. Belum lagi, klaim mengisi daya 0-50 persen hanya 10 menit dan seterusnya kerap dipajang di iklan smartphone.
Kendati begitu, pada praktiknya pengguna mungkin sering merasa pengisian daya berjalan lebih lambat ketika baterai hampir penuh. Apa penyebab dan bagaimana penjelasannya?
Angka watt di fast charging benar-benar nyata?
Pengguna awam mungkin sering salah paham dengan angka fast charging 100W dan berpikir kalau pengisian daya 100W itu berlangsung sepanjang sesi mengecas smartphone.
Faktanya, angka 100W, 120W, dan lain-lain pada adaptor adalah daya maksimal yang dapat disediakan si charger, bukan daya yang terus menerus mengalir hingga membuat pengisian berlangsung cepat.
Ini sejalan dengan rumus dasar fisika elektro, di mana Watt= Volt x Ampere. Artinya, ketika dicolokkan, charger dan smartphone akan membuat kombinasi tegangan dan arus yang paling pas.
Bagaimana baterai lithium-ion pada HP diisi daya?
Ternyata baterai lithium-ion di smartphone diisi melalui dua fase utama yang diatur dalam kurva pengisian.
- Fase pertama, arus tetap: yakni saat baterai kosong, arus tinggi dimasukkan secara maksimal. Dengan begitu, tegangan baterai bisa naik dengan cepat. Praktik ini merupakan fase tercepat yang memungkinkan daya tertinggi, misalnya 100W, masuk ke smartphone. Biasanya ini terjadi di rentang baterai 0-50 atau 70 persen.
- Fase 2, tegangan tetap: saat tegangan baterai mendekati batas maksimum, sistem akan mengunci tegangan dan mulai menurunkan arus bertahap. Oleh karenanya, setelah baterai mencapai 80 persen, biasanya pengisian berjalan dengan lambat.
Kenapa pengisian tidak selalu berjalan 100W?
Musuh utama dari baterai Lithium-ion adalah panas. Jika proses pengisian berlangsung 100W terus menerus sepanjang waktu, suhu di smartphone akan panas. Kalau hal ini dilakukan, sel baterai bisa mengalami degradasi super cepat, baterai menggelembung, atau terbakar.
Untuk mencegahnya, smartphone didukung komponen PMIC (Power Management IC) dan BMS (Battery Management System). Keduanya bertindak sebagai pemantau suhu, tegangan sel, dan kesehatan baterai secara real-time.
Kalau suhu mengalami kenaikan atau baterai hampir penuh, sistem akan mengerem pasokan daya dari charger. Itu sebabnya kalau HP sudah hampir penuh, pengisian akan terasa lebih lama hingga baterai benar-benar penuh (misalnya 100 persen).
Mengapa hasil pengisian di rumah berbeda dengan iklan?
Seperti disebutkan, iklan smartphone kerap menghadirkan klaim pengisian daya 0-50 persen dalam beberapa menit saja, namun kenapa hasilnya berbeda saat konsumen mengisi daya di rumah?
Jawabannya, karena vendor smartphone melakukan pengujian pengisian daya di kondisi ideal di laboratorium.
Kondisi ideal yang dimaksud, misalnya di laboratorium suhunya sejuk, semua aplikasi di background tidak aktif, smartphone tak dipegang-pegang, dan pengisian dilakukan dengan kabel dan adaptor bawaan.
Sementara ketika konsumen mengisi daya HP-nya di rumah, ada beberapa hal yang mungkin tidak ideal, misalnya:
- Pengguna masih memakai smartphone mereka untuk main game atau merekam video saat HP diisi daya. Aktivitas-aktivitas berat ini memicu chip untuk bekerja. Ada dua pekerjaan yang berlangsung di smartphone, yakni pengisian daya dan aktivitas game. Ini akan memicu PMIC untuk menurunkan daya pengisian lebih awal untuk meredam panas.
- Mengisi daya dilakukan di mobil atau ruangan tanpa ventilasi akan membuat kecepatan pengisian langsung turun.
- Kalau pengisian tidak menggunakan kabel atau aksesori resmi, kemungkinan smartphone tidak akan mengisi daya maksimal sesuai klaim.
Apa saja tips merawat baterai dengan fast charging?
- Pakai aksesoris resmi, baik adaptor maupun kabel pengisian daya.
- Jangan pakai smartphone ketika sedang diisi daya, terutama untuk membuka aplikasi berat. Apalagi saat baterai di bawah 50 persen, untuk mencegah panas berlebih.
- Jangan menunggu baterai mencapai 0 persen untuk diisi daya. Biasakan mengisi daya ketika baterai mencapai 20 persen dan hentikan pengisian kalau sudah masuk ke 80 persen.
Pax Insight
Teknologi fast charging 100W atau 120W bukanlah penipuan. Namun, perlu diingat kalau angka tersebut nyata sebagai kapasitas puncak saat smartphone benar-benar membutuhkan daya dalam waktu singkat.
Penurunan kecepatan saat pengisian sudah mau 100 persen adalah kontrol pintar dan sejalan dengan hukum fisika untuk memastikan smartphone tetap aman dan tidak meledak saat diisi daya. Dengan begitu, smartphone bisa dipakai lebih lama.



