Sony mengumumkan, mulai Januari 2028, perusahaan tidak akan lagi memproduksi disc PlayStation fisik. Dengan kata lain, game baru PS5 hanya bisa dibeli secara digital.
Bersamaan dengan itu, Sony juga mengumumkan akan menutup toko digital PS3 dan PS Vita secara bertahap. Ini menandakan era baru dalam distribusi game di masa depan.
Kenapa ini penting?
Keputusan ini merupakan perubahan besar dalam distribusi game konsol yang akan menjadi sepenuhnya digital. Menurut Sony, hal ini dilakukan karena preferensi konsumen dan industri hiburan yang bergeser dari disk fisik ke digital.
Untuk itu, usai Januari 2028, game baru hanya akan tersedia di PlayStation Store dan pengecer dalam format digital saja. Namun, game yang sudah rilis atau akan rilis sebelum Januari 2028 dalam format disk tidak terpengaruh transisi ini.
"Transisi ini memungkinkan kami untuk lebih selaras dengan cara sebagian besar komunitas kami dalam mengakses dan memainkan game sekarang," kata Sony dalam pernyataan resminya.
Disk fisik menghilang dari pasar game
Pengumuman ini memang tidak bisa dilepaskan jika melihat data pasar saat ini. Berdasarkan hasil keuangan terbaru Sony Mei lalu, sekitar 80 persen game PS5 yang terjual ada versi digital.
Pergeseran itu memang terjadi, tapi belum sepenuhnya beralih ke pembelian digital. Di sisi lain, perubahan ini sudah dimulai dari GTA 6 yang akan tersedia di toko fisik hanya kotak berisi kode download, tanpa disk fisik sama sekali.
Pergeseran ini juga disebut akan berdampak pelestarian game fisik di masa depan. Pada 2023, Video Game History Foundation mencatat, 87 persen game klasik yang rilis sebelum 2010 berada dalam kondisi kritis terancam punah.
Tahun 2010 dijadikan sebagai dasar, karena pada saat itu toko digital mulai dominan. Hasilnya, di masa depan, bukan tidak mungkin disk game fisik akan semakin langka dan tak lagi bisa jadi koleksi bagi para gamer.
Pax insight
Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disk fisik memang sejalan dengan tren konsumsi saat ini. Pembelian game digital untuk PS5 yang mencapai 80 persen menunjukkan kalau perubahan itu memang terjadi.
Kendati demikian, dengan menghentikan produksi game fisik, Sony tidak lagi menyediakan pilihan bagi mereka yang masih memilih disk fisik ketimbang digital.
Hal ini bukan tidak mengecewakan mereka yang masih menghargai kepemilikan game fisik, meski game digital harus diakui menawarkan kenyamanan yang lebih baik.
Namun perlu diingat, masih banyak gamer yang masih suka memainkan game langsung dari disk fisik dengan beragam alasan. Selain itu, disetopnya produksi disk fisik membuat game sebagai bagian dari budaya populer lama-lama bisa menghilang di masa depan.



