Gawai
Kamis, 2 Juli 2026 12:04 WIB

Elon Musk bantah SpaceX kembangkan purwarupa ponsel

Elon Musk membantah laporan Wall Street Journal tentang prototipe smartphone AI SpaceX yang diklaim lebih tipis dari iPhone.
xAI

Elon Musk menyatakan kalau laporan tentang prototipe ponsel AI SpaceX adalah sama sekali tidak benar. Laporan ini pertama kali diketahui dari The Wall Street Journal yang menyebut SpaceX memperlihatkan purwarupa mirip ponsel ke sejumlah investor. 

Hal itu dilakukan sebelum peluncuran IPO bersejarahnya pada Juni 2026. Adanya bantahan ini pun menutup rangkaian spekulasi yang sempat ramai tentang ambisi SpaceX di ranah layanan mobile dan perangkat konsumen. 

Kenapa ini penting? 

Saat ini, satu-satunya bisnis SpaceX yang menguntungkan berasal dari Starlink. Karenanya, ekspansi ke layanan mobile atau perangkat AI disebut akan menjadi diversifikasi bisnis yang masuk akal, serta bisa saling mendukung. 

Selain itu, jika hal itu benar-benar dilakukan, Elon Musk bisa dikatakan sedang membangun ekosistem baru yang mencakup konektivitas satelit, layanan mobile, dan perangkat AI. 

Kendati demikian, dalam pernyataan terbaru, Elon telah membantah laporan tersebut. Dan, ini bukan kali pertama ia membantah soal rumor yang menyebut kalau SpaceX akan mengembangkan sebuah smartphone. 

Laporan soal smartphone SpaceX

Meski Elon Musk sudah membantahnya, laporan tentang purwarupa perangkat mobile besutan SpaceX sebenarnya menarik untuk diketahui. Laporan menyebut kalau perangkat ini akan memiliki kemampuan sebagai berikut: 

  • Dimensi: Lebih tipis dari iPhone
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon
  • OS: Sistem operasi sendiri berbasis AI
  • AI: Fitur bertenaga xAI yang juga dimiliki SpaceX

Pax insight

Penolakan keras Elon Musk ini menunjukkan kalau laporan tentang smartphone besutan SpaceX memang tidak terjadi untuk saat ini. Namun, bukan berarti hal itu tidak akan dilakukan di masa depan. 

Terlebih, SpaceX sebenarnya memiliki ekosistem yang mendukung hal tersebut. Dimulai dari Starlink yang memiliki infrastruktur konektivitas satelit global dan xAI yang menyediakan layanan kecerdasan buatan. 

Kombinasi kedua layanan itu sebenarnya bisa menghadirkan perangkat dengan pendekatan yang unik. Hanya keputusan ini tentu kembali lagi ke Elon Musk, apakah ia memiliki ambisi untuk melakukannya.