Bencana alam banjir bandang dan longsor yang mengguncang Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), yang meliputi provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau pada 24–25 November 2025 menyebabkan banyak orang kehilangan akses komunikasi.
Menghadapi situasi darurat ini, operator seluler terkemuka Indonesia segera melakukan mobilisasi untuk memulihkan layanan telekomunikasi di kawasan terdampak, memperkuat jalur transport, dan menyiagakan sumber daya portable untuk mendukung komunikasi darurat.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutia Hafid mengatakan bahwa pemerintah memastikan akses komunikasi di daerah banjir yang terputus akan segera pulih. Mereka berkoordinasi dengan operator seluler demi memulihkan akses komunikasi.
Telkomsel bergerak cepat pulihkan jaringan
Telkomsel, sebagai salah satu operator terbesar, menyatakan turut prihatin atas bencana alam yang menimpa ratusan ribu penduduk di kedua wilayah tersebut. Menurut keterangan dari General Manager Region Network Operations & Productivity Sumbagut, Nurdianto, beberapa titik jaringan transport mengalami kerusakan akibat bencana alam sekaligus pemadaman listrik masif yang terjadi di seluruh kawasan.
Pihak Telkomsel menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan telekomunikasi dan berjanji terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi dengan lancar.
“Saat ini beberapa titik jaringan transport mengalami dampak bencana serta pemadaman listrik masif terjadi di wilayah tersebut. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas jaringan Telkomsel di sejumlah titik tersebut”, kata Nurdianto. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan berupaya melakukan percepatan pemulihan jaringan agar pelanggan dapat kembali menikmati layanan komunikasi dengan lancar”.
Indosat catat 71,68% jaringan berfungsi
Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) melaporkan capaian yang cukup positif dalam pemulihan jaringan. Hingga Kamis, 27 November 2025, sebanyak 71,68% site di wilayah Sumatra bagian utara sudah kembali berfungsi dengan baik.
Menurut Executive Vice President Head of Circle Sumatera Indosat, Agus Sulistio, timnya terus mempercepat proses pemulihan melalui perbaikan jalur transport telekomunikasi dan pengoperasian sumber daya portable yang disebar di lokasi-lokasi terdampak. Meski menghadapi tantangan infrastruktur yang rusak, Indosat berhasil mempertahankan layanan dasar seperti telepon dan pesan singkat, serta layanan data secara terbatas tetap berjalan untuk mendukung kebutuhan komunikasi darurat masyarakat.
“Saat ini, tim teknis Indosat terus mempercepat proses pemulihan melalui perbaikan jalur transport telekomunikasi dan mengoperasikan sumber daya portable yang disebar di lokasi lokasi terdampak”, kata Agus.
Langkah konkret di tengah krisis
Dalam situasi darurat semacam ini, kehadiran jaringan komunikasi menjadi krusial untuk koordinasi penyelamatan, penyebaran informasi, dan menjaga kontak dengan keluarga. Komitmen operator seluler untuk memulihkan akses komunikasi mencerminkan tanggung jawab mereka dalam mendukung upaya respons bencana dan pemulihan masyarakat.
Baik Telkomsel dan Indosat menekankan komitmen mereka untuk menjaga keberlangsungan layanan dan terus bekerja keras mengembalikan normalitas komunikasi di Sumatra Utara dalam waktu sesingkat mungkin.



