Gawai
Rabu, 22 Juli 2026 16:04 WIB

Komdigi tetapkan pemenang lelang frekuensi 700MHz dan 2,6GHz

Komdigi resmi menetapkan Telkomsel, Indosat, dan XLSMART sebagai pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Komdigi umumkan pemenang lelang frekuensi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi menetapkan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) sebagai pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026.

Penetapan resmi yang diumumkan langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid ini sekaligus seluruh rangkaian seleksi berbasis sistem e-auction hingga masa sanggah. 

Penambahan alokasi spektrum strategi ini menjadi fondasi krusial dalam mempercepat transformasi digital nasional, meningkatkan kapasitas jaringan seluler agar lebih cepat dan stabil dengan target kecepatan mobile broadband melompat ke 100Mbps pada 2029, sekaligus menyumbang PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) hingga Rp 29,9 triliun dalam jangka waktu 10 tahun. 

Kenapa ini penting? 

Menurut Menkomdigi Meutya Hafid, tambahan spektrum ini akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler nasional, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan internet bergerak yang lebih cepat, lebih stabil, dan semakin terjangkau. 

Di sisi lain, negara juga akan memperoleh nilai ekonomi yang bisa kembali dimanfaatkan untuk pembangunan. “Komdigi memastikan bahwa lelang ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput,” kata Menkomdigi. 

Perlu diketahui, tambahan pita frekuensi 700 MHz serta 2,6 GHz, membuat cakupan layanan dan kapasitas jaringan operator meningkat. Sebagai bagian dari komitmen pemenang seleksi, para pemenang juga diwajibkan menghadirkan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang saat ini belum memiliki atau masih lemah sinyal. 

“Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau,” kata Meutya.

Setelah menyelesaikan proses lelang frekuensi radio 1,4 GHz pada akhir 2025, Komdigi ke depan akan mempersiapkan proses pemanfaatan frekuensi 900 Mhz untuk memenuhi kebutuhan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Pemenang seleksi frekuensi 700MHz dan 2,6GHz 

  • Pita 700 MHz: PT XLSmart Telecom Sejahtera, PT. Telekomunikasi Selular, dan PT Indosat Tbk.
  • Pita 2,6GHz:  PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. 

Nantinya, pemenang seleksi juga harus dapat memenuhi penyediaan layanan 5G paling sedikit 51 persen cakupan per populasi nasional pada tahun kelima. Lalu, kecepatan rata-rata mobile broadband ditargetkan melompat secara bertahap menjadi 100 Mbps pada 2029. 

Kombinasi pita 700 MHz (low-band) akan diandalkan untuk menjangkau pelosok hingga ke dalam bangunan, sedangkan pita 2,6 GHz (mid-band) sebagai kapasitas utama yang menopang keandalan layanan 5G agar memastikan target kecepatan nasional tercapai. 

Fondasi digitalisasi pendidikan dan ekonomi kerakyatan

Kehadiran konektivitas berkualitas tinggi dari hasil lelang frekuensi ini diarahkan langsung untuk menopang berbagai agenda pembangunan nasional:

  • Pemerataan akses informasi: Membuka isolasi komunikasi digital di 538 desa/kelurahan dari Sumatera hingga Papua. 
  • Digitalisasi sektor pendidikan: Menjadi tulang punggung jaringan untuk program Sekolah Rakyat dan pembelajaran digital di lebih dari 1.000 lokasi sasaran. 
  • Pemberdayaan ekonomi lokal: Memperkuat infrastruktur transaksi digital bagi UMKM serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

Pax insight

Keputusan Komdigi menuntaskan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan momentum krusial bagi akselerasi broadband di Indonesia. Kombinasi kedua frekuensi ini akan mendukung layanan industri seluler di tanah air. 

Pita 700 MHz (digital dividend eks-televisi analog) memiliki jangkauan sinyal yang sangat luas dengan biaya investasi infrastruktur yang lebih efisien untuk wilayah terpencil, sedangkan pita 2,6 GHz menyediakan kapasitas data yang lebih besar. 

Bagi konsumen di tanah air, penambahan spektrum ini akan langsung berdampak pada penurunan angka blank spot dan kepadatan jaringan di jam-jam sibuk. 

Dengan mewajibkan operator membawa sinyal ke 538 desa tertinggal serta mengejar target kecepatan 100 Mbps pada 2029, pemerintah sedang berupaya menghadirkan layanan internal yang lebih inklusif untuk pemerataan ekonomi di masyarakat. 

Kendati demikian, hal yang lain tidak kalah penting literasi digital bagi masyarakat. Dengan kehadiran internet yang lebih baik, literasi digital juga perlu ditingkatkan agar pemanfaatan internet bisa lebih tepat guna.