Kisah
Rabu, 14 Januari 2026 13:07 WIB

Starlink berupaya tetap online di Iran saat negara memblokir sinyal selama protes

Pemerintah Iran melakukan pemadaman internet besar-besaran dan berusaha memblokir Starlink.
Ilustrasi: Pinterest

Pemerintah Iran melakukan pemadaman internet besar-besaran dan berusaha memblokir Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk. Langkah ini terjadi saat protes besar meluas akibat krisis ekonomi dan kematian lebih dari 1.800 demonstran, dilansir dari Ars Technica.

Sejak Kamis, 8 Januari, Teheran memutus akses internet 85 juta penduduknya dari dunia luar. Tujuannya adalah membatasi penyebaran foto dan kesaksian tentang protes nasional. Ini adalah kali ketiga Iran menutup akses internet internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Walau internet biasa diblokir, Starlink sempat tetap berfungsi karena memakai satelit orbit rendah. Namun sejak Kamis, pemerintah Iran mulai mengganggu sinyal Starlink dengan jamming tingkat militer. Para ahli mencatat kehilangan data sekitar 30 persen di hari pertama, dan di beberapa wilayah mencapai 80 persen.

Starlink bekerja dengan penerima yang memakai sinyal GPS untuk terhubung ke satelit. Iran sebelumnya sudah mengganggu GPS saat perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu untuk melemahkan drone. Kini, teknik serupa dipakai untuk menghambat Starlink.

Para ahli menduga Iran menggunakan teknologi jamming buatan Rusia yang awalnya dipakai di Ukraina. Ada kemungkinan Rusia membagikan teknologi ini kepada Iran sesuai permintaan.

Meski Starlink dilarang di Iran dan penggunaannya bisa berujung hukuman mati, diperkirakan puluhan ribu perangkat Starlink tersembunyi di negara itu. Organisasi hak asasi manusia menyelundupkan perangkat ini agar aktivis dan warga tetap bisa terhubung.

Sebagian besar informasi tentang protes diyakini dikirim lewat Starlink. SpaceX bahkan membuat layanan ini gratis di Iran sebagai respons atas pemadaman internet. Presiden Trump juga membicarakan ketersediaan Starlink di Iran dalam pertemuan minggu ini.

Namun, risiko tetap besar karena memiliki perangkat Starlink bisa menyebabkan penangkapan dan hukuman berat dari pemerintah. Organisasi hak asasi manusia menekankan pentingnya menjaga konektivitas Starlink untuk mendokumentasikan penindasan dan membagikan informasi ke dunia luar.

Pax Insight

Upaya Iran memblokir Starlink dengan jamming GPS dan teknologi militer menunjukkan bahwa internet satelit yang dirancang untuk menghindari kontrol pemerintah bisa tetap dilemahkan dengan teknologi canggih. Hal ini menandakan keunggulan satelit pemerintah negara lebih rapuh dari perkiraan, dan bergantung pada perkembangan teknologi berkelanjutan agar tetap berguna.