Kisah
Rabu, 24 Juni 2026 10:04 WIB

Harga smartphone terus naik di pertengahan 2026, ada apa sebenarnya?

Beberapa petinggi perusahaan, seperti CEO Apple telah mengungkapkan kenaikan harga smartphone tak terelakkan. Ada apa sebenarnya?
Ilustrasi: Pinterest

Pada awal 2026 lalu, tim pax.id sudah memprediksi adanya peningkatan harga smartphone sepanjang tahun ini. Ada beberapa alasan yang mendasar, yang mungkin salah satunya adalah kenaikan harga RAM yang terus terjadi hingga pertengahan tahun ini.

Peningkatannya pun tidak tanggung-tanggung, dimana pada awal tahun lalu, harga RAM sudah meningkat drastis dibandingkan dengan tahun lalu, sementara peningkatan harga RAM untuk smartphone juga diperkirakan meningkat dengan kisaran persentase yang sama besarnya.

Keadaan ini semakin diperburuk dengan kenyataan bahwa para petinggi perusahaan smartphone, mulai dari Oneplus, Xiaomi, hingga Apple mengungkapkan kenaikan harga ini tidak dapat terelakkan. Bahkan ada yang memutuskan untuk tidak memproduksi smartphone di tahun ini, sebelum harga komponen kembali “masuk akal”.

Kenaikan harga RAM bukan faktor penentu utama

Memang, harga RAM yang tinggi akibat permintaan data center AI sangat mempengaruhi harga barang elektronik baru, seperti laptop, PC, dan smartphone. Kenaikannya pun bisa dibilang tak masuk akal.

Dalam beberapa publikasi, lembaga riset Gartner menyatakan bahwa peningkatan harga RAM untuk komputer bisa saja meningkat hingga 130% sampai akhir 2026 mendatang. Hal ini cukup besar mengiat di awal 2026, harga RAM sudah melonjak 2 hingga 3 kali lipat.

Sedangkan untuk peningkatan harga RAM untuk smartphone, SemiAnalysis melaporkan bahwa harga kontrak LPDDR5 baru-baru ini berada di kisaran USD10/GB, setelah mengalami peningkatan 3 kali lipat sejak kuartal pertama tahun 2025. Terlebih lagi, perusahaan tersebut memperkirakan tren kenaikan harga ini akan berlanjut hingga tahun 2027.

Di sisi lain, TrendForce mengatakan bahwa harga LPDDR5X sudah naik sekitar 60% pada kuartal pertama tahun 2026. Jika proyeksi TrendForce saat ini terwujud, modul yang sama dapat menelan biaya hampir USD20/GB bagi produsen pada akhir kuartal kedua 2026.

Tapi, sebenarnya kenaikan harga smartphone itu telah terjadi setiap tahunnya, meski dengan harga yang tidak terlalu terasa oleh pengguna, atau bahkan terlihat “tidak naik” sama sekali.

Nyatanya, harga komponen lain, seperti chipset, baterai, dan lainnya meningkat setiap tahun. Kenaikan harga komponen tersebut bukan tanpa alasan, namun seiring berkembangnya teknologi, semakin mahal juga biaya produksinya.

Salah satu contohnya adalah kenaikan harga chipset milik Qualcomm, yakni Snapdragon 8 elite Gen 6. Harga per chipset yang ditawarkan ke produsen smartphone kini mencapai USD300 atau setara dengan Rp4,92 juta rupiah dengan nilai tukar mata uang saat berita ini dibuat.

Jika dibandingkan dengan chipset generasi sebelumnya, yakni Snapdragon 8 elite Gen 5, harga yang ditawarkan Qualcomm berada di angka USD280 atau sekitar Rp4,7 juta. Di sini, kita dapat melihat adanya selisih kenaikan harga yang meski tampak kecil namun saat semua komponen disatukan, akan cukup besar.

Berapa kenaikan harga smartphone di Indonesia selama 2026?

Mungkin kalian bertanya-tanya, seberapa besar sih kenaikan harga smartphone di Indonesia sepanjang 2026 ini? Pada awal April lalu, tim Pax.id telah menelisik besaran kenaikan harga smartphone dalam negeri.

Kenaikannya pun bisa dibilang cukup signifikan, dengan rata-rata kenaikan 3% hingga 26%. Kenaikan harga ini pun bervariasi besarannya tergantung dengan kategori dari smartphone itu sendiri. Namun memang, kenaikan harga ini akan memberatkan pengguna terutama mereka yang ingin membeli di kategori entry level hingga mid-range.

Apa kata petinggi perusahaan teknologi terkait kenaikan harga smartphone?

CEO Apple, Tim Cook

Saat meluncurkan iPhone 17 Series, memang harga dari perangkat tersebut stabil bahkan lebih murah saat mereka meluncurkan iPhone 16 Series. Contihnya, iPhone 17 dengan penyimpanan 256GB dijual dengan harga USD799 atau sekitar Rp14,3 juta, sedangkan dengan harga yang sama kalian hanya mendapatkan varian iPhone 16 128GB.

Tapi, untuk iPhone masa depan, Apple memutuskan untuk meningkatkan harganya agar menjaga margin keuntungan.

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk memitigasi lonjakan besar yang dibebankan kepada kami dan mencoba melindungi pelanggan, namun situasi ini sudah tidak dapat dipertahankan," ujar Tim Cook.

CEO Nothing, Carl Pei

Salah satu produsen smartphone yang menawarkan price-to-value yang terbaik di pasaran, Nothing, juga menyebutkan bahwa kenaikan harga smartphone tidak terelakkan. Bahkan, dia mengakui bahwa perangkat baru mereka, memiliki kenaikan harga yang sangat drastis.

“Harga  ponsel akan terus naik hingga tahun depan,” ujar CEO Nothing, Carl Pei dalam unggahan di X. Ia jgua menambahkan bahwa sejak Februari, ponsel baru telah meluncur dengan harga hingga USD100 lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.

Pei juga mengakui smartphone mid-range mereka, seperti Nothing Phone 4A saja sudah mengalami kenaikan biaya memori hingga dua kali lipat sejak tahap perencanaan hingga peluncuran, dan harganya bahkan telah naik dua kali lipat lagi sejak itu.

CEO Xiaomi, Lei Jun

Saat peluncuran Xiaomi 17 Max, CEO Xiaomi, Lei Jun mengatakan bahwa pengguna yang terbiasa mengganti ponsel setiap tahun kemungkinan perlu mempertimbangkan membeli perangkat baru lebih cepat karena tren kenaikan harga diperkirakan masih berlanjut.

“Pengguna yang biasanya mengganti smartphone tiap tahun perlu mempertimbangkan membelinya lebih awal, karena harga smartphone diperkirakan akan terus berlanjut,” ujar CEO Xiaomi, Lei Jun.

Dia menjelaskan kenaikan harga komponen, khususnya memori dan penyimpanan, sudah mulai menekan biaya produksi smartphone di berbagai lini industri elektronik konsumen. Xiaomi bahkan menyebut telah mengingatkan publik soal tren tersebut sejak tahun lalu.

Presiden Xiaomi, Lu Weibing

Selain CEO Xiaomi, salah satu petinggi perusahaan Xiaomi lainnya, yakni Lu Weibing yang menjabat sebagai Presiden Xiaomi juga menyerukan hal yang sama. Dia menyebut bahwa harga smartphone premium akan bisa menembus 10.000 yuan atau lebih dari Rp25 juta.

“Harga smartphone flagship di pasar Tiongkok berpotensi menembus angka 10.000 yuan atau setara lebih dari Rp25 juta,” ujar Lu.

Pax insight

Gejolak kenaikan harga smartphone di 2026 ini memang menjadi polemik tersendiri bagi penggemar teknologi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Meningkatnya harga RAM akibat permintaan data center AI menjadi faktor utama kenaikan harga, meski kenaikan harga komponen lain seperti chipset, baterai, layar, dan lainnya juga ikut memperburuk keadaan ini.

Faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi adalah nilai tukar mata uang terhadap dolar. Ini mungkin isu yang cukup sensitif, apalagi Indonesia di 2026 ini yang nyatanya memang rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika.

Pada 1 Januari 2026, nilai tukar Rupiah berada di titik yang lebih rendah yaitu USD1 setara dengan Rp 16.678. Dan pada saat berita ini ditulis pada 23 Juni 2026, nilai tukarnya berada di Rp17.842 hingga Rp17.868, dimana nilai mata uang rupiah telah mengalami depresiasi riil di kisaran 6.52% hingga 6.66% dalam kurun waktu kurang dari enam bulan terakhir.

Namun kami perlu garisbawahi lagi, melemahnya harga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hanya menyumbang sedikit pada perubahan harga jual smartphone. Jika harga komponen smartphone terus meningkat, maka harga dari smartphone itu sendiri juga otomatis akan terdampak secara signifikan.

Saran kami untuk Anda yang ingin membeli smartphone baru adalah beli saat ini juga. Dinamika harga komponen hingga akhir 2026 ini masih tidak pasti, meski beberapa pengamat mengatakan bahwa harga-harga komponen akan terus meningkat tanpa diketahui akan menjadi stabil.