Gawai
Rabu, 24 Juni 2026 14:03 WIB

Harga DRAM naik 89% di Q2 2026, tak lagi ada perangkat terjagkau

Dalam laporan terbaru, harga DRAM naik 89% di Q2 2026. Perangkat murah tak lagi bisa didapatkan hingga harga kembali normal.

Laporan riset pasar terbaru dari lembaga SigmaIntel mengungkapkan kondisi krisis yang kian mencekam di sektor industri perangkat keras komputer dan smartphone sepanjang kuartal kedua tahun 2026. Fokus ekstrem para produsen semikonduktor global yang memprioritaskan pasokan memori server kecerdasan buatan AI telah memicu kelangkaan parah pada jalur produksi memori DRAM umum serta chip penyimpanan NAND Flash untuk segmen retail konsumen.

Tidak ada tanda melambat

Melambungnya harga retail komponen penting ini melahirkan efek domino yang langsung mematikan opsi perangkat murah bagi konsumen. Produsen laptop, smartphone, hingga raksasa konsol gim terpaksa melakukan penyesuaian harga jual produk jadi agar tidak mengalami kerugian finansial. Situasi pelik ini diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat karena rantai kelangkaan logistik diproyeksikan bakal terus bertahan hingga periode tahun 2028 mendatang.

Apa saja detailnya?

Daftar Lonjakan Harga Komponen Generasi Kuartal Kedua 2026

Berikut adalah tabel komparasi kenaikan harga rata-rata komersial komponen antara kuartal pertama dan kuartal kedua tahun 2026 berdasarkan nilai konversi kurs rupiah harian saat berita ini dibuat (Rp17.950) per dolar AS:

asdasd

Kelumpuhan Pasar Memori DDR4 dan LPDDR5X

  • Krisis Jalur Distribusi DDR4: Sebelum badai kelangkaan melanda pasar global satu keping memori RAM 16 GB DDR4 harian sewajarnya dapat dipinang dengan mudah pada kisaran harga normal 60 hingga 70 dolar AS atau setara Rp1.077.000 sampai Rp1.256.500 rupiah. Kini harga retail komponen tersebut telah membengkak sebanyak dua hingga tiga kali lipat dari harga dasar masa lalu.
  • Hantaman Sektor Ponsel Pintar: Varian LPDDR5X untuk kebutuhan manufaktur ponsel pintar mencatatkan rekor sebagai komponen dengan lonjakan tunggal paling brutal. Kenaikan harga modal hingga 89 persen ini memaksa para vendor gawai memutar otak dan mulai membatasi penggunaan kapasitas RAM besar pada lini produk kelas menengah mereka.

Inflasi Sektor Komponen Penyimpanan Data

  • Lonjakan Harga SSD Gen4: Sektor media penyimpanan internal juga berada dalam kondisi yang tidak kalah kritis. Ketika pengguna menyisir daftar harga diskon di pasar retail unit SSD internal berkapasitas 1 TB Gen4 yang dulu melimpah pada kisaran 70 hingga 80 dolar AS atau setara Rp1.256.500 sampai Rp1.436.000 kini dipasarkan pada label harga tinggi mencapai 130 hingga 150 dolar AS atau setara Rp2.333.500 sampai Rp2.692.500 rupiah.
  • Dampak Buruk pada Konsol Hiburan: Tingginya harga komponen flash storage UFS 3.1 dan modul uMCP berimbas langsung pada pembengkakan biaya rakitan perangkat keras. Langkah taktis ini menjadi penyebab utama mengapa lini produk teranyar seperti Valve Steam Machine mendapatkan gelombang kritik negatif dari komunitas gamer akibat banderol harga rilisnya yang melambung sangat tinggi.

Pax insight

Dinamika pasar semikonduktor di paruh pertama tahun 2026 ini mempertegas realita bahwa era komputer murah telah resmi berakhir untuk sementara waktu. Manajemen pabrikan DRAM dilaporkan lebih memilih fokus mengejar margin keuntungan finansial yang tebal dari korporasi penyedia server AI ketimbang menstabilkan pasokan pasar retail harian.

Bagi para pencinta PC rakitan maupun konsumen yang berencana memperbarui gawai pintar mereka penundaan jadwal belanja atau penyelarasan prioritas anggaran menjadi pilihan paling rasional di tengah tren kenaikan harga yang diproyeksikan menetap hingga dua tahun ke depan.