Hibura
Selasa, 7 Oktober 2025 12:18 WIB

Meta luncurkan kabel laut Candle terbesar Asia

Meta memperkenalkan Candle, kabel bawah laut baru yang menghubungkan negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Meta memperkenalkan Candle, kabel bawah laut baru yang menghubungkan negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara. Proyek ini menjadi bagian dari pembaruan besar infrastruktur kabel laut Meta di kawasan Asia-Pasifik, termasuk penyelesaian sistem kabel Bifrost.

Candle akan menjadi kabel berkapasitas terbesar di Asia-Pasifik, meningkatkan konektivitas ke Jepang, Taiwan, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura pada 2028. Membentang sepanjang 8.000 kilometer, Candle akan menghubungkan lebih dari 580 juta orang dengan kapasitas 570 terabit per detik.

Bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi terkemuka di kawasan, Candle akan memanfaatkan teknologi kabel 24 pasang serat yang baru dikembangkan untuk memberikan bandwidth serupa dengan kabel berkapasitas terbesar Meta saat ini, yaitu Anjana.

Pada 2021, Meta dan mitra berkomitmen meningkatkan kapasitas trans-Pasifik sebesar 70% melalui dua kabel laut, Bifrost dan Echo. Bifrost kini menghubungkan Singapura, Indonesia, Filipina, dan Amerika Serikat, dengan Meksiko diharapkan pada 2026. Bifrost akan mengambil jalur berbeda dari kabel trans-Pasifik sebelumnya untuk menambah lebih dari 260 Tbps redundansi.

Echo sekarang memberikan kapasitas 260 Tbps antara Guam dan California, dengan pilihan konektivitas lanjutan ke Asia di masa depan. Meta juga mengumumkan Apricot, yang kini tersedia antara Jepang, Taiwan, dan Guam. Dengan perluasan masa depan ke Filipina, Indonesia, dan Singapura, sistem sepanjang 12.000 kilometer ini akan melengkapi sistem Bifrost dan Echo dengan kapasitas 290 Tbps.

Kawasan Asia-Pasifik adalah rumah bagi lebih dari 58% pengguna internet dunia, banyak yang mengandalkan infrastruktur global yang kuat untuk konektivitas online dan akses ke teknologi inovatif seperti AI. Meta membayangkan masa depan di mana setiap orang memiliki akses ke AI, superintelijen personal, dan teknologi berkembang lainnya.

Bersama-sama, Candle, Echo, Bifrost, dan Apricot akan memungkinkan kawasan Asia-Pasifik dengan konektivitas intra-Asia dan jembatan trans-Pasifik ke Amerika. Investasi dalam proyek seperti 2Africa akan membuka jalur ke India, Timur Tengah, dan Eropa, sementara Project Waterworth akan memungkinkan konektivitas global.