Hibura
Selasa, 21 Juli 2026 14:04 WIB

Lawan deepfake, TikTok uji coba fitur deteksi konten AI

TikTok menguji coba fitur pemindaian AI yang memungkinkan kreator mendeteksi dan melaporkan konten deepfake yang meniru wajah mereka.

TikTok resmi menguji coba fitur keamanan baru berbasis AI yang memungkinkan para kreator konten melacak dan melaporkan video deepfake yang menyalahgunakan wajah atau identitas visual mereka tanpa izin. 

Menurut TikTok, fitur ini sudah digulirkan secara terbatas pada sejumlah kreator terpilih di Amerika Serikat. Langkah ini disebut jadi upaya platform itu membuat standar baru dalam perlindungan hak cipta diri di tengah maraknya manipulasi video buatan AI. 

Menariknya, TikTok menerapkan sistem berbasis izin. Jadi, kreator diberikan kontrol penuh untuk mengaktifkan pemindaian wajah secara mandiri untuk memburu akun peniru yang berpotensi merugikan reputasi digital mereka. 

Kenapa ini penting? 

Lewat fitur ini, TikTok menunjukkan upayanya untuk memberikan perlindungan identitas digital di tengah makin banyaknya video buatan AI yang memanfaatkan wajah orang lain. 

Untuk menggunakan alat pendeteksi deepfake ini, TikTok menetapkan proses verifikasi identitas yang ketat melalui kemitraan dengan penyedia keamanan siber pihak ketiga Jumio. 

Untuk sekarang, fitur ini memang masih diuji coba ke sejumlah kreator di Amerika Serikat. Apabila berjalan lancar, bukan tidak mungkin fitur ini akan diperluas kehadirannya ke lebih banyak pengguna. 

Selain TikTok, platform lain yang sudah melakukan langkah serupa adalah YouTube. Platform video tersebut telah memperluas jangkauan alat deteksi deepfake ke seluruh kreator dewasa, serta memberikan perlindungan bagi selebritas dan agensi bakat. 

Mekanisme verifikasi dan pemindaian AI di TikTok

  • Verifikasi identitas: Kreator diminta untuk memindai swafoto secara real-time dan pemeriksaan dokumen identitas resmi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kalau pemohon merupakan pemilik sah dari citra wajah yang akan dilindungi. 
  • Tata kelola data privasi: Dokumen ID tidak disimpan oleh TikTok, melainkan hanya dipakai untuk pencocokan. Jadi, data biometrik sensitif tidak disalahgunakan atau digunakan melatih model AI publik. 
  • Pemindaian dan tinjauan lanjutan: Sistem secara otomatis memindai konten AI yang menyerupai wajah kreator di platform. Nantinya, kreator akan menerima dasbor laporan untuk meninjau dan menindak akun peniru. 

Pax insight

Langkah TikTok ini merupakan jawaban dari kekhawatiran kreator mengenai penyalahgunaan wajah mereka. Sebab, tak jarang proses pelaporan terkait penyalahgunaan konten yang memakai wajah mereka secara manual memakan waktu cukup lama. 

Dengan memberikan dasbor pemindaian otomatis berbasis data biometrik yang terenkripsi, TikTok mengembalikan kontrol kedaulatan wajah ke pemilik sebenarnya. 

Jika uji coba ini berjalan lancar, para kreator nantinya bisa memiliki tembok pertahanan untuk melindungi reputasi digital mereka dari penyalahgunaan berbasis deepfake

Selain itu, mengingat fitur ini bersifat sukarela, pengguna bisa memilih untuk mengaktifkannya atau tidak. Yang pasti, TikTok perlu memastikan seluruh proses verifikasi ini bisa dilakukan dengan aman dan tidak membuat celah kebocoran data lainnya.