Hibura
Selasa, 21 Juli 2026 15:04 WIB

Cegah akun X diretas, ini cara hindari phishing notifikasi

Waspada penipuan phishing baru yang meniru surel notifikasi masuk resmi X (Twitter).
Logo X

Maraknya aksi penipuan digital (phishing) kembali mengancam para pengguna platform media sosial X (Twitter) melalui beredarnya email notiffikasi login palsu yang dirancang sangat presisi menyerupai dokumen resmi perusahaan.

Modus operandi kejahatan ini memanfaatkan ketakutan korban dengan mengirimkan pesan peringatan bahwa akun mereka telah diakses oleh perangkat baru dari lokasi yang tak dikenal.

Memanfaatkan logo resmi X, tata letak yang rapi, hingga skema warna yang identik, pelaku mengarahkan korban mengklik tautan untuk mengubah password atau meninjau akses aplikasi. 

Bahayanya, tautan jebakan itu langsung mengarah ke situs tiruan yang bertugas mencuri kredensial pengguna atau mengizinkan aplikasi berbahaya mengambil alih akun secara penuh. 

Kenapa ini berbahaya? 

Ancaman ini sangat berbahaya karena tidak hanya menargetkan password, tapi juga otorisasi akses aplikasi otomatis. Sekali peretas mendapatkan akses, akun korban dapat disalahgunakan untuk menyebarkan penipuan kripto, menyebarkan hoaks, hingga serangan phishing berantai ke followers korban. 

Aksi kejahatan ini memanfaatkan pola kebiasaan pengguna yang terbiasa mengklik tautan email saat menerima peringatan keamanan. Terlebih, dengan memanfaatkan bantuan AI, para peretas kini dapat memproduksi template email palsu yang sangat mirip dengan aslinya untuk menipu korban. 

Data menunjukkan sekitar 57.000 orang menjadi korban penipuan crypto phishing di platform X pada tahun lalu dengan total kerugian mencapai USD 47 juta. Penipuan berbasis deepfake dan AI ini juga terus melonjak drastis hingga 3.000 persen sejak 2023. 

Ciri-ciri utama email palsu

Penasihat keamanan siber global dari ESET, Jake Moore, menegaskan bahwa sasaran utama penipu adalah mengambil alih hak akses akun. Untuk itu, pengguna wajib mengetahui ciri-ciri email yang kemungkinan berasal dari akun penipu berikut ini: 

  • Alamat pengirim: Menggunakan domain janggal atau alfanumerik acak. 
  • Penyebutan identitas: Tidak menyebutkan handle akun X dan detail lokasi masuk tidak dijabarkan dengan jelas. 
  • Permintaan data: Memaksa pengguna mengklik tautan untuk memasukkan password atau kode OTP. 
  • Situs tujuan tautan: Mengarah ke URL pihak ketiga yang dibuat mirip situs login. 

Untuk itu, Jake menyarankan agar pengguna jangan pernah mengklik tautan keamanan yang diterima di email. Menurutnya, jika memang ada masalah keamanan serius di akun pengguna, notifikasi tersebut akan muncul secara resmi di aplikasi. 

Langkah penanganan jika terlanjur mengklik tautan

Jika pengguna terlanjur berinteraksi dengan email mencurigakan tersebut, ikuti panduan mitigasi risiko berikut:

  • Hanya bukan halaman: Jika pengguna hanya mengklik tautan tetapi belum memasukkan data apa pun, posisi akun umumnya masih aman. Karenanya, segera tutup browser tersebut. 
  • Terlanjur memasukkan password atau kode OTP: Segera buka aplikasi X resmi, lalu ganti password. Kemudian, aktifkan fitur Otentikasi 2 Faktor (2FA). 
  • Putuskan akses aplikasi: Masuk ke menu Settings and Privacy > Security and account access > Apps and sessions, lalu cabut akses (revoke) aplikasi mencurigakan yang tidak dikenali. 

Pax insight

Maraknya penipuan phishing yang memanfaatkan platform X menunjukkan kalau pengguna harus lebih berhati-hati lagi, terutama untuk mencegah jadi korban rekayasa sosial. 

Untuk itu, pengguna disarankan untuk bersikap kritis ketika menerima email pemberitahuan keamanan. Jangan langsung mengklik tombol yang muncul di dalam email. 

Langkah paling mudah adalah selalu mengecek kembali informasi tersebut lewat aplikasi resmi atau situs resmi web X. Langkah kecil ini bisa jadi benteng pertama untuk mencegah pengguna menjadi korban kejahatan siber.