Hibura
Senin, 8 Desember 2025 15:09 WIB

Gagal berhenti lewati bus sekolah, Waymo recall robotaxi

Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Google, melakukan recall software lagi untuk armada robotaxi-nya tahun ini.
Sumber: Waymo

Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Google, melakukan recall software lagi untuk armada robotaxi-nya tahun ini. Kali ini, masalahnya adalah beberapa kendaraan otonom Waymo gagal berhenti saat melewati bus sekolah yang sedang mengeluarkan tanda berhenti dan lampu kilatan, dilansir dari Engadget.

Recall ini bersifat sukarela dan akan diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan transportasi federal Amerika. Ini bukan recall tradisional yang menarik kendaraan dari jalan, melainkan pembaruan software yang dilakukan secara remote untuk seluruh armada.

Mauricio Peña, chief safety officer Waymo, mengatakan dalam pernyataan bahwa Waymo mengalami jauh lebih sedikit kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki dibanding pengemudi manusia. Namun, dia mengakui bahwa "perilaku kami seharusnya lebih baik" dalam situasi tertentu. "Sebagai hasil dari itu, kami membuat keputusan untuk mengajukan recall software sukarela dengan NHTSA terkait perlambatan dan penghentian yang tepat dalam skenario ini," kata Peña dalam pernyataan kepada beberapa outlet berita.

Menurut investigasi NHTSA, beberapa kendaraan otonom Waymo terlihat gagal berhenti untuk bus sekolah yang telah mengeluarkan tanda berhenti dan lampu kilat. Badan federal melaporkan ada insiden di mana mobil Waymo lewat begitu saja di depan bus sekolah yang berhenti di Atlanta dan Austin, Texas.

Ini bukan kali pertama Waymo melakukan recall tahun ini. Sebelumnya, perusahaan mengeluarkan recall software setelah beberapa robotaxi terlihat menabrak gerbang, rantai, dan objek serupa. Tahun lalu, Waymo juga mengajukan dua recall software lainnya, satu mengatasi kendaraan yang menabrak tiang telepon, dan satu lagi memperbaiki cara dua robotaxi terpisah menabrak truck pickup yang sama yang sedang ditarik oleh kendaraan lain.

Pola ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi otonom Waymo sudah maju, masih ada banyak celah dan skenario nyata yang membutuhkan perbaikan. Setiap recall adalah kesempatan untuk pembelajaran dan pengembangan, namun juga menunjukkan tantangan yang masih dihadapi kendaraan otonom dalam navigasi dunia nyata yang kompleks.

Pax Insight

Recall berulang yang dilakukan Waymo mengungkap kenyataan penting tentang kendaraan otonom: mendeteksi dan merespons pejalan kaki di jalan raya sangat berbeda dengan merespons protokol keselamatan khusus, seperti bus sekolah yang berhenti. Setiap recall adalah pengakuan bahwa otonomi sempurna masih jauh dari tercapai, algoritma Waymo memang unggul dalam kondisi normal, tetapi masih gagal menghadapi kasus-kasus langka yang justru krusial.