Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng operator seluler Indosat, Telkomsel, dan XLSmart serta platform digital Netflix untuk mendukung kegiatan TUNAS Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan mendorong anak-anak lebih aktif kembali ke ruang publik dan mengurangi ketergantungan berlebih pada layar digital.
Inisiatif lintas sektor ini hadir di tengah realitas yang mengkhawatirkan yakni rata-rata penggunaan layar (screen time) anak Indonesia kini mencapai hampir 7,5 jam per hari.
Kenapa ini penting?
Angka 7,5 jam screen time per hari adalah sinyal peringatan yang serius. Pada usia perkembangan, anak membutuhkan interaksi fisik, bermain di dunia nyata, dan membangun keterampilan sosial langsung. Pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh layar.
TUNAS Jakarta menjawab tantangan ini bukan dengan sekadar melarang penggunaan gawai, melainkan dengan menyediakan alternatif konkret berupa aktivitas nyata yang menarik bagi anak.
Apa itu TUNAS Jakarta?
TUNAS Jakarta adalah kegiatan kolaboratif yang menghadirkan berbagai aktivitas non-digital untuk anak — bertujuan mengembalikan mereka ke ruang publik dan interaksi dunia nyata.
"Pesan yang paling utama adalah anak-anak agar semakin banyak melakukan kegiatan nyata, karena screen time mereka sudah hampir mencapai 7,5 jam per hari," ujar Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala BPSDM Komdigi.
Jawab pertanyaan orang tua
Salah satu nilai utama TUNAS Jakarta adalah menyediakan solusi konkret bagi orang tua. Selama ini, kampanye perlindungan anak di ruang digital sering mendorong orang tua untuk menunda akses digital berlebihan, tapi banyak orang tua bertanya apa gantinya.
"Selama ini kita mendorong agar orang tua menunda akses digital yang berlebihan pada anak. Namun banyak orang tua bertanya, 'Alternatifnya apa?' Melalui TUNAS Jakarta, kami hadirkan jawabannya," kata Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menkomdigi.
Pendekatan TUNAS Jakarta tidak anti-teknologi. Alfreno menekankan bahwa ruang digital dan ruang fisik harus berjalan beriringan agar anak mendapatkan manfaat teknologi sekaligus pengalaman sosial yang memadai di dunia nyata.
Pax insight
TUNAS Jakarta adalah inisiatif yang menarik karena menjawab kritik paling umum terhadap kampanye pembatasan screen time yakni kurangnya alternatif yang konkret.
Harus diakui, mudah untuk menyuruh orang tua membatasi screen time anak, tapi jauh lebih sulit menyediakan aktivitas pengganti yang benar-benar menarik bagi anak, terutama mereka yang sudah terbiasa dengan stimulasi dari layar.
Dengan menghadirkan ruang fisik yang dipenuhi aktivitas terstruktur, TUNAS Jakarta bergerak dari sekadar imbauan menuju solusi nyata.



