Hibura
Selasa, 14 April 2026 16:01 WIB

Bos Xbox akui harga Game Pass terlalu mahal bagi pemain

Dalam memo internalnya, CEO Xbox Asha Sharma menyatakan kalau harga Game Pass ini dirasa masih terlalu mahal bagi pemain.

CEO Xbox Asha Sharma yang baru menjabat beberapa bulan, mengirimkan memo internal yang mengejutkan para karyawannya. Ia mengakui kalau layanan langganan Game Pass saat ini sudah terlalu mahal bagi pemain dan model bisnisnya perlu segera berevolusi. 

Kenapa ini penting? 

Setelah Microsoft menaikkan harga Game Pass sebanyak dua kali dalam kurun waktu 15 bulan, banyak pelanggan mulai merasa layanan ini kehilangan nilai kompetitifnya. 

Untuk itu, memo dari bos Xbox yang membahas tentang mahalnya harga Game Pass ini menunjukkan kalau perusahaan sebenarnya mengetahui kondisi tersebut. Dan, ada harapan, perusahaan akan membuat kebijakan yang lebih pro-konsumen. 

Paket langganan Game Pass dari Xbox

- Persoalan nilai: Asha menekankan perlunya persamaan nilai yang lebih baik, karena model saat ini dianggap bukan bentuk final. 

- Dilema Call of Duty: Masuknya franchise besar seperti Call of Duty: Modern Warfare ke Game Pass ditengarai jadi pemicu utama kenaikan harga. 

- Sistem fleksibel: Xbox berencana mengubah Game Pass menjadi sistem yang lebih fleksibel di masa depan, meski proses pengujiannya akan memakan waktu. 

- Konten di April 2026: Meski harganya dikritik, katalog Game Pass di April 2026 sebenarnya tetap diisi judul yang menarik, seperti Hades 2, Klin, hingga game AAA Call of Duty: Modern Warfare. 

Pax insight

Pengakuan masalah harga secara internal ini merupakan awal yang menyegarkan dari Xbox. Meski belum tentu menghasilkan perubahan kebijakan, pengakuan ini setidaknya menyatakan kalau perusahaan menyadari kalau harga yang ditetapkan saat ini masih mahal.