Microsoft dilaporkan telah memutuskan untuk menghapus Copilot dari ekosistem Xbox. CEO Xbox Asha Sharma telah mengonfirmasi bahwa Copilot akan segera ditarik dari aplikasi mobile Xbox.
Tidak hanya itu, pengembangan Copilot versi konsol juga resmi dihentikan. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan kembali fokus strategis perusahaan.
Apa yang penting?
Keputusan ini menandakan pergeseran besar dalam cara Microsoft memandang peran AI di dunia gaming. Alih-alih menjadi fitur yang dihadirkan langsung untuk pengguna, AI di Xbox kini dialihkan untuk tugas lain.
Dilaporkan, Xbox memilih AI untuk digunakan memperkuat infrastruktur belakang layar. Selain itu, AI juga disebut bisa membantu pengembang untuk mempercepat siklus rilis game.
Sebagai catatan, peluncuran Copilot versi beta dilakukan pada aplikasi mobile Xbox di Mei 2025. Lalu mulai Maret 2026, fitur ini mulai dihapus dari aplikasi tersebut
Alasan utama Xbox hapus Copilot
- Visi yang tak selaras: Awalnya, Copilot dirancang sebagai asisten in-game yang memahami konteks layar pemain untuk memberikan tips. Namun, visi ini dianggap tidak lagi sejalan dengan arah baru Xbox yang ingin memperdalam koneksi komunitas.
- Migrasi tim CoreAI: Menariknya, Sharma memboyong banyak talenta dari divisi lamanya, Microsoft CoreAI, ke dalam Xbox. Nama-nama besar seperti Jared Palmer (Engineering) dan Tim Allen (Design) kini memegang kendali untuk menyederhanakan proses pengembangan.
- Efisiensi: Penghapusan ini dipandang sebagai tindakan tegas untuk memperbaiki kondisi bisnis Xbox, menyusul kritik pedas mengenai integrasi AI yang dianggap dipaksakan pada sistem operasi Windows sebelumnya.
Pax insight
Dengan penghapusan Copilot, Xbox sekarang sedang melakukan perubahan kembali ke akarnya sebagai platform game. Jadi, mereka memilih untuk mengutamakan performa sistem dan kemudahan pengembangan, ketimbang menghadirkan fitur AI yang belum tentu dibutuhkan.



