Siapa sangka, orang kaya di dunia teknologi yang biasanya dikenal sebagai bos perusahaan besar, juga bisa berutang? Rupanya hal ini merupakan realitas di lingkaran teratas bos teknologi global.
Di balik status sebagai miliarder, bahkan orang terkaya di dunia, sederetan nama besar di bawah ini ternyata memiliki catatan utang. Jumlahnya pun bikin geleng-geleng kepala.
Kenapa bos teknologi punya utang?
- Menghindari pajak jual aset: ketika bos teknologi ini menjual saham untuk mengambil uang tunai, mereka dikenai pajak capital gain yang besarnya 15-37 persen di Amerika Serikat. Sementara saat mereka menjaminkan saham untuk dapat pinjaman, uang pinjaman tidak kena pajak.
- Jika jual saham untuk investasi, kepemilikan berkurang, akibatnya kontrol terhadap perusahaan pun menurun. Dengan pinjam pakai saham sebagai jaminan, para bos teknologi tetap punya saham dan tetap bisa mengontrol perusahaan. Bonusnya, nilai saham bisa naik.
- Bagi para miliarder, bunga pinjaman dianggap lebih murah. Apalagi kalau jaminan pinjamannya berupa saham, bank pun akan memberi bunga yang sangat rendah.
7 bos teknologi yang punya utang
Berikut adalah 7 bos atau investor bidang teknologi yang diketahui memiliki utang dalam jumlah tidak sedikit.
1. Jeff Bezos, pendiri Amazon
CNBC mengungkap, Jeff Bezos menjaminkan USD 30 miliar saham Amazonnya sebagai jaminan untuk pinjaman. Alih-alih menjual saham, ia memakainya sebagai jaminan. Dengan begitu, Bezos tidak kena pajak capital gain jika menjual saham untuk mendapatkan uang tunai.
Uang pinjaman tersebut digunakan untuk mendanai proyek antariksanya, Blue Origin, serta investasi lainnya.
2. Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus bos Meta/ Facebook
Mark Zuckerberg merupakan orang terkaya nomor 5 di dunia. Siapa sangka suami Priscilla Chan ini juga punya utang miliaran dolar AS. Ia menjaminkan saham Facebooknya untuk dapat pinjaman.
Utang tersebut rupanya dipakai Zuckerberg untuk membiayai lembaga amal yang ia dirikan bersama istri, Chan Zuckerberg Initiative, sebesar USD 45 miliar sekaligus untuk investasi.
Dengan menjaminkan saham tanpa menjualnya, Zuckerberg tetap punya kontrol mayoritas di Facebook. Bonusnya, ia juga tidak perlu membayar pajak penjualan saham.
3. Michael Dell, pendiri sekaligus CEO Dell Technologies
Reuters melaporkan, Michael Dell membeli kembali seluruh saham perusahaan Dell sebesar USD 24,4 miliar (sekitar Rp 350 triliun) agar Dell menjadi perusahaan swasta. Ia mendapatkan uang tersebut (bersama perusahaan investasi Silver Lake Partners), dan meminjam uang.
Meski berisiko tinggi, strategi leverage buyout alias pembelian dengan utang ini disebut merupakan yang terbesar. Ia bahkan disebut sukses besar, pasalnya setelah jadi perusahaan swasta, Dell malah berhasil membeli perusahaan penyimpanan data EMC sebesar USD 67 miliar (juga dengan utang).
Dell pun kembali masuk bursa saham beberapa tahun kemudian dan nilai perusahaannya melonjak berkali lipat dari utangnya yang saat itu USD 24,4 miliar.
4. Tim Cook, CEO Apple
Tim Cook menjual USD 16,5 juta saham Apple pada April 2026, kabarnya penjualan saham itu salah satunya untuk pembayaran utang.
Tidak disebutkan berapa besar utang Tim Cook, namun Investing melaporkan, pinjaman tersebut dia pakai untuk keperluan pribadi dan investasi.
5. Elon Musk, Bos Tesla, SpaceX & Twitter
Orang nomor satu dunia yang punya kekayaan sebesar USD 839 miliar (Forbes), ternyata memiliki pinjaman sebesar USD 13 miliar dari 7 bank. Pinjaman ini ia alokasikan untuk pembelian Twitter USD 44 miliar (Rp 682 triliun) pada 27 Oktober 2022.
Bukan hanya itu, Elon Musk juga menjaminkan lebih dari 230 juta saham Tesla untuk pinjaman pribadi yang ia pakai mendanai xAI, AI Twitter.
6. Larry Ellison, pendiri Oracle
Larry Ellison disebut memiliki utang miliaran dolar AS. Ia menjaminkan sahamnya di Oracle untuk mendapatkan pinjaman.
Tahukah Anda, menurut laporan Bloomberg, ia menggunakan pinjaman untuk berbagai keperluan dan gaya hidup pribadi. Mulai dari membeli yachts, pulau Lanai Hawaii, hingga mendanai tim balap America’s Cup.
7. Masayoshi Son, CEO SoftBank
Bisa dibilang Masayoshi Son merupakan investor teknologi paling berani sekaligus agresif dari Jepang. Melalui SoftBank Vision Fund, Son mendanai ratusan startup raksasa, termasuk Uber, Tokopedia/ GoTo (dahulu), dan WeWork.
Metode investasinya adalah mengandalkan utang. Hal ini membuat investasi besarnya di WeWork hancur saat pasar teknologi drop. SoftBank pun harus menanggung utang besar ke bank-bank global.
Son juga sempat punya utang pribadi ke SoftBank dengan nilai hingga miliaran dolar AS karena kerugian investasi ini.
Pax Insight
Jangan berpikir kalau para bos maupun investor di bidang teknologi ini berutang karena tak punya uang, mereka menggunakan strategi utang agar tidak kena pajak penjualan saham ataupun agar kontrol terhadap perusahaan miliknya tidak berkurang.
Utang para bos dan investor teknologi ini pun kebanyakan dipakai sebagai utang produktif, yakni untuk investasi bisnis, ekspansi, atau proyek. Seperti yang dilakukan oleh Elon Musk dan Masayoshi Son.
Sementara, utang untuk keperluan konsumtif seperti membiayai gaya hidup mewah dilakukan oleh Larry Ellison. Meski begitu, hal tersebut sah-sah saja karena rasio kekayaannya lebih besar ketimbang utang.



