AI
Jumat, 12 Juni 2026 12:14 WIB

Siri AI bakal jadi penantang Galaxy AI?

Apple merombak habis Siri menjadi Siri AI. Dukungan AI ini membuat Siri AI lebih dari sekedar asisten suara, tapi mampu mengenali aktivitas di layar dan memberi solusi ke pengguna.
Ilustrasi Siri AI (Foto: Apple Newsroom_

Konferensi pengembang tahunan Apple, WWDC 2026, menyuguhkan perubahan besar pada asisten suara Siri. Asisten yang selama 11 tahun kerapkali hanya diperintah untuk menyalakan timer, memutar lagu, atau menanyakan jam, nantinya bakal memberikan kemudahan ke pengguna. 

Dengan integrasi Siri dan Apple Intelligence, –juga dengan dukungan Gemini–, Siri AI yang rilis bersama iOS 27 akan memiliki akses penuh ke perangkat, membuatnya jadi asisten pribadi bagi pengguna.

Melihat kemampuan baru Siri AI di iPhone mengingatkan pada Galaxy AI di smartphone Samsung Galaxy. Kalau dulu peta persaingan Samsung dan Apple banyak menyorot kemampuan kamera, rivalitas penguasa pasar ponsel dunia kini masuk ke ranah persaingan asisten AI. 

Apa perbedaan Siri AI dan Galaxy AI?

Siri AI 

  • Dirancang sebagai asisten pribadi yang memiliki akses ke perangkat pengguna. Ia bisa memahami apa yang tampil di layar, membuatnya bisa merespon sesuai kebutuhan pengguna perangkat. Siri AI terintegrasi dengan berbagai aplikasi bawaan iPhone. 
  • Ini membuat Siri AI bisa mencari file yang dikirim di Mail hingga memesan makanan berdasarkan chat di iMessage. Siri AI nantinya bekerja di latar belakang sistem iPhone. 

Galaxy AI

Samsung Galaxy AI: salah satu fitur Galaxy AI. 
  • Galaxy AI sudah masuk generasi ketiga melalui lini S26 series di sisi lain, menjadi tools yang membantu produktivitas serta kreativitas. 
  • Saat pengguna traveling ke luar negeri, Interpreter siap membantu menerjemahkan obrolan beda bahasa secara realtime. Ketika pengguna perlu alat transkrip, ada Transcript Assist. Kalau mau edit foto, ada Generative Edit dan lain sebagainya. 

Tabel perbandingan fitur Siri AI dan Galaxy AI yang sekilas punya kemiripan

Hal yang dikomparasi

Siri AI (Apple Intelligence)

Galaxy AI (Samsung)

Antarmuka & Akses

Menggunakan aplikasi Siri AI, sinkronisasi riwayat via iCloud lintas perangkat (Mac, iPhone, Watch).

Terintegrasi ke fitur bawaan (Keyboard, Gallery, Phone) dan berkolaborasi erat dengan ekosistem Google.

Konteks & Notifikasi

On-screen awareness (tahu apa yang Anda lihat di layar) dan penyaringan notifikasi berbasis urgensi personal.

Now Brief & Now Nudge (AI proaktif menyarankan tindakan, misal otomatis mengumpulkan foto liburan saat Anda mau chat teman).

Edit Foto

Spatial Reframing (ubah sudut pandang), Extend (perluas gambar), hapus objek, hingga memperbaiki pencahayaan dan kompisisi.  

Photo Assist & Creative Studio,  bisa mengedit foto pakai prompt, hapus objek, tambahkan objek, sampai virtual try on. Bisa dibilang, Samsung cukup agresif dalam sektor manipulasi foto menggunakan Galaxy AI. 

Bagaimana Keamanan Siri AI vs Galaxy AI?

Baik Siri AI maupun Galaxy AI sama-sama perlu memproses data untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Lantas, bagaimana keamanan data pengguna saat menggunakan layanan kecerdasan buatan Samsung atau Apple?

Siri AI

  • Apple klaim Siri AI dirancang dengan standar privasi ketat. Apple menerapkan tiga pilar keamanan: on-device processing, di mana mayoritas perintah pengguna diproses luring langsung di chip perangkat. Imbasnya, data tidak dikirim ke server manapun. Informasi ini terkunci di sistem terenkripsi. 
  • Apple juga menerapkan Private Cloud Compute, kalau Siri menerima perintah yang butuh daya komputasi besar, tugas dialihkan ke PCC. Apple menjamin karyawan mereka sekalipun tak punya dekripsi untuk melihat data yang dikirim ke PCC. Apple memastikan seluruh dunia bisa mengaudit keamanan server PCC. 
  • Lanjut ke pilar lainnya, saat Siri butuh pemrosesan pihak ketiga seperti Gemini atau ChatGPT, Siri akan meminta persetujuan ke pengguna, IP address akan disamarkan dan penyedia AI pihak ketiga ini berkomitmen untuk tidak menyimpan riwayat perintah untuk melatih model AI mereka. 
  • Satu hal yang perlu diketahui, para peneliti keamanan global, sebagaimana dikutip Scientific American menyebut, saat ini ada risiko global baru bernama indirect prompt injection. Risiko ini terjadi saat Siri AI membaca email dari orang asing yang mengandung instruksi eksekusi tersembunyi untuk manipulasi AI, agar membocorkan informasi pengguna. 
  • Imbasnya, pengguna disarankan selalu berhati-hati ketika meminta AI memproses dokumen digital dari sumber yang tak dipercaya. 
  • Satu hal yang disayangkan, pendekatan keamanan Apple melalui PCC masih terganjal aturan Digital Markets Act (DMA) yang mau tak mau harus menunda perilisan Siri AI di wilayah Uni Eropa.

Galaxy AI

  • Mengutip Samsung Newsroom, Galaxy AI ditopang ekosistem keamanan berlapis bernama Samsung Knox. Samsung menekankan aspek transparansi dan kendali berada di tangan pengguna. 
  • Samsung menyediakan opsi fisik di dalam menu pengaturan agar pengguna bisa mengaktifkan opsi proses data hanya di perangkat. Saat fitur ini aktif, ponsel memutus semua akses cloud untuk fitur AI.
  • Kalaupun pengguna mengaktifkan pemrosesan cloud, Samsung mengklaim data yang dikirim ke server dienkripsi dan tidak dipakai untuk melatih model AI mana pun. 
  • Samsung juga menerapkan perlindungan hardware via Knox Vault untuk data yang diproses di perangkat. Knox Vault ini bertindak seperti brankas fisik yang terpisah dari prosesor utama ponsel. 
  • Samsung memiliki teknologi Knox Enhanced Encrypted Protection (KEEP) untuk mengenkripsi data sensitif yang dipakai untuk fitur harian secara real-time tanpa menurunkan performa ponsel. 
  • Kalaupun pengguna memakai Galaxy AI di perangkat berbeda, Samsung memanfaatkan sistem berbasis blockchain pribadi. Memungkinkan setiap perangkat Galaxy saling mengawasi dan mengisolasi ancaman. 

Evolusi Siri menjadi Siri AI: tak lagi asisten suara

Siri AI nantinya akan menjadi aplikasi mandiri, yang digadang-gadang bisa jadi penantang Gemini dan ChatGPT. 

Sebagai aplikasi, Siri AI memiliki kemampuan untuk mengobrol dua arah membuat ‘tek-tokan’ pengguna dan Siri AI lebih nyambung. Imbasnya, obrolan pun tak akan lagi kehilangan konteks seperti saat pengguna bicara dengan Siri lama. 

Karena terhubung dengan iCloud, obrolan di Siri AI versi iPhone bakal bisa dibuka di MacBook atau iPad, layaknya Gemini atau ChatGPT. 

Meski begitu, Siri AI bisa jadi lebih unggul mengingat kemampuannya mengakses berbagai aplikasi pengguna. Sementara, Gemini dan ChatGPT tak bisa “mengintip” iMessage atau dokumen apa yang baru saja diedit pengguna iPhone. 

Siri AI vs Galaxy AI, konsumen pilih mana?

Meski fungsinya membantu pengguna, baik Siri AI maupun Galaxy AI memiliki pendekatan sedikit berbeda tentang bagaimana kecerdasan buatan diimplementasikan di perangkat.

Pada akhirnya, ini bukan mencari siapa yang paling baik, tetapi memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

  • Pilih Siri AI (iPhone) jika Anda ingin AI yang paham konteks keseharian tanpa perlu banyak instruksi. Kalau Anda nyaman berdiskusi dalam satu aplikasi asisten yang terintegrasi ke keseluruhan OS dan perangkat, Siri AI mungkin tepat buat Anda. 
  • Sementara, kalau Anda adalah pengguna yang membutuhkan berbagai tools untuk mendukung pekerjaan atau aktivitas (menerjemahkan telepon asing saat traveling, rangkum rapat, atau edit foto dengan AI) Anda bisa memilih Galaxy AI.