Gawai
Rabu, 3 September 2025 07:35 WIB

Samsung siap luncurkan Galaxy Z Trifold akhir September

Samsung dikabarkan akan meluncurkan ponsel tri-fold pertamanya, Galaxy Z TriFold, pada acara Galaxy Unpacked di Korea Selatan pada 29 September 2025.
Sumber: The Verge

Samsung dikabarkan akan meluncurkan ponsel tri-fold pertamanya, Galaxy Z TriFold, pada acara Galaxy Unpacked di Korea Selatan pada 29 September 2025, sebagaimana dilansir dari The Verge. Ini menjadi perkembangan penting karena Samsung akan memperkenalkan kategori produk baru dalam ekosistem Galaxy Z series mereka.

Galaxy Z TriFold akan mengusung layar OLED berukuran 9,96 inci saat dibuka penuh dan layar cover 6,54 inci dalam kondisi terlipat. Berbeda dengan Huawei Mate XT yang melipat secara ke luar, Samsung menggunakan sistem pelipatan ke dalam dengan dua engsel yang lebih aman karena melindungi layar utama dari kerusakan eksternal.

Perangkat ini dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 8 Elite, RAM 16GB, dan sistem triple camera yang mampu merekam video 8K 30fps. Samsung juga mengintegrasikan teknologi baterai silicon-carbon untuk performa charging yang lebih baik dan daya tahan lebih lama.

Samsung berencana memproduksi hanya 50.000 unit untuk fase awal peluncuran. Strategi ini bertujuan mengukur respons konsumen terhadap form factor baru sekaligus meminimalkan risiko jika produk tidak diterima pasar dengan baik.

Harga diperkirakan mencapai 4 juta Won Korea (sekitar Rp47 juta), menjadikannya ponsel Samsung termahal hingga saat ini. Perangkat ini kemungkinan akan tersedia terbatas di Korea Selatan dan Tiongkok terlebih dahulu.

Peluncuran Galaxy Z TriFold bersamaan dengan Huawei Mate XT generasi kedua yang dijadwalkan September 2025. Samsung berusaha mempertahankan dominasi pasar foldable dengan memperkenalkan form factor baru sebelum Apple meluncurkan iPhone foldable pertamanya pada akhir 2026.

Selain ponsel tri-fold, Samsung juga akan memperkenalkan headset XR Project Moohan dan kacamata AI "Galaxy Glasses" dalam acara yang sama, menandai ekspansi Samsung ke kategori produk teknologi wearable yang lebih luas.