Kementerian Komunikasi dan Digital memberikan klarifikasi terkait sempat terblokirnya akses ke domain Wikimedia Commons. Hal ini terjadi karena mekanisme pengendalian konten otomatis yang mendeteksi adanya indikasi muatan perjudian di situs tersebut.
Apa yang terjadi?
Menurut Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi Alexander Sabar, penyebab tidak bisa diakses Wikimedia bermula dari sistem yang mendeteksi kata kunci (wording) dan konten visual yang terasosiasi mirip dengan kategori konten terlarang, terutama perjudian.
Akibatnya, sistem memasukkan domain tersebut ke dalam kategori penanganan. Alexander menuturkan, deteksi pengendalian konten ini bersifat preventif, dan dalam kondisi tertentu dapat menghasilkan false positive pada situs netral dan edukatif.
"Begitu diketahui sebagai false positive, kami langsung melakukan normalisasi terhadap Wikimedia Commons," tutur Alexander seperti dalam siaran pers yang diterima, Jumat (27/3/2026).
Pemblokiran akses Wikimedia Commons di Indonesia
Masalah administrasi: Kementerian Komdigi menyebut insiden ini bisa dicegah jika Wikimedia masuk dalam whitelist. Namun, karena belum menuntaskan registrasai PSE Lingkup Privat, Wikimedia belum terlindungi dari pemblokiran otomatis.
Normalisasi: Saat ini, akses ke situs Wikimedia Commons sudah bisa dilakukan, setelah dilakukan normalisasi sejak 25 Maret 2026.
Aduit Sistem: Pasca-kejadian, Komdigi juga menyatakan melakukan audit internal dan evaluasi teknis untuk meningkatkan akurasi deteksi konten negatif di masa depan.
"Kami berkomitmen untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dari konten ilegal, serta memastikan setiap langkah kebijakan dilakukan secara proporsional, berbasis bukti dan mengedepankan prinsip kehati-hatian," tutur Alexander.
Pax insight
Meski sudah bisa diakses kembali, Komdigi secara resmi meminta Wikimedia untuk segera menyelesaikan proses registrasi hingga terbit Tanda Daftar PSE. Hal ini diperlukan agar situs tersebut masuk dalam kategori whitelist dan tak terkena dampak deteksi otomatis di Indonesia.



