Gawai
Jumat, 12 Juni 2026 11:06 WIB

Harga RAM naik 6x lipat, keuntungan Samsung meroket 95 persen

Di tengah kenaikan harga RAM hingga lebih dari 6x liapat, Samsung mendapatkan peningkatan keuntungan 95 persen lebih.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dlaporkan sukses memperkuat posisi kepemimpinannya di pasar memori DRAM global sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan data riset terbaru dari lembaga Omdia, total nilai pendapatan industri DRAM dunia berhasil menorehkan rekor bersejarah baru dengan menyentuh angka 97,1 miliar dolar AS atau mengalami lonjakan drastis sebesar 85,3 persen jika dibandingkan dengan pencapaian kuartal sebelumnya.

Kenapa ini penting?

Lompatan masif pendapatan industri semikonduktor ini didorong oleh fenomena keterbatasan pasokan komponen yang berpadu dengan lonjakan permintaan perangkat keras pendukung kecerdasan buatan generatif. Pusat data besar, seperti data center, memerlukan pasokan memori bandwidth tinggi (High Bandwidth Memory atau HBM) serta modul kartu DDR5 tingkat lanjut dalam volume yang sangat masif.

Kondisi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Samsung untuk mendongkrak harga jual rata-rata produk mereka guna meraup profitabilitas maksimal sekaligus memperlebar jarak keunggulan dari para kompetitor terdekatnya.  

Apa saja detailnya?

  • Samsung Electronics Memimpin Sendirian: Perusahaan berhasil membukukan nilai pendapatan sektor DRAM yang fantastis sebesar USD37,4 miliar atau setara dengan Rp612 triliun rupiah mengacu pada estimasi kurs harian rupiah saat ini. Catatan ini merefleksikan pertumbuhan kuartalan yang luar biasa sebesar 95,4 persen sekaligus berhasil mengatrol kepemilikan pangsa pasar market share mereka naik dari angka 36,5 persen menjadi 38,6 persen. Samsung tercatat sebagai satu satunya produsen di peringkat tiga besar yang sukses mencatatkan kenaikan persentase pangsa pasar pada periode kuartal ini.  
  • SK Hynix Mengalami Penyusutan Pangsa Pasar: Kontraktor memori senegara SK Hynix menempati urutan kedua dengan raihan total pendapatan berkisar di angka USD28 miliar atau setara dengan Rp458 triliun rupiah. Kendati meraup omzet besar kepemilikan pangsa pasar global perusahaan justru terkonfirmasi merosot ke angka 28,8 persen atau mengalami penurunan sebesar 4,1 poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya sehingga membuat jarak selisih penguasaan pasar dengan Samsung melebar hingga hampir 10 persen.  
  • Micron Technology Bertahan di Posisi Ketiga: Produsen semikonduktor asal Amerika Serikat Micron Technology mengunci peringkat ketiga dengan perolehan nilai pendapatan sebesar USD21,7 miliar atau setara dengan Rp355 triliun rupiah. Meskipun mencatatkan laju pertumbuhan kuartalan yang kuat sebesar 81,6 persen kepemilikan pangsa pasar Micron sedikit terkikis dari angka 22,8 persen menjadi 22,4 persen.  

Lompatan Eksponensial Vendor Lokal Tiongkok

  • Akselerasi Pertumbuhan Masif CXMT: Lembaga riset Omdia menyoroti performa luar biasa yang ditunjukkan oleh perusahaan semikonduktor asal Tiongkok Changxin Memory Technologies atau CXMT. Perusahaan ini berhasil melipatgandakan nilai pendapatan kuartalan mereka hingga hampir tiga kali lipat menjadi USD7,3 miliar atau setara dengan Rp119 triliun rupiah.
    Langkah ekspansi agresif ini mendongkrak kepemilikan pangsa pasar mereka dari 4,7 persen menjadi 7,6 persen yang dipicu oleh besarnya kucuran investasi domestik pemerintah Tiongkok dalam membangun kemandirian produksi chip serta infrastruktur AI lokal.  

Pax insight

Bagi manajemen Samsung pencapaian gemilang ini mempertegas peran penting dari lini bisnis divisi memori sebagai mesin penggerak utama dalam mendulang pundi pundi keuntungan korporasi. Kendati demikian jajaran analis industri mengingatkan agar pihak produsen tetap waspada karena potensi peningkatan volume kapasitas produksi pabrik global serta potensi penurunan harga jual di periode kuartal mendatang diperkirakan dapat memperlambat laju ekspansi pertumbuhan pasar di masa depan.