Gawai
Kamis, 25 Juni 2026 14:07 WIB

ASUS klaim kenaikan harga komponen akan melandai akhir 2026

Di tengah badai kenaikan harga, ASUS sebut kenaikan harga komponen akan melandai di akhir 2026, laptop mereka bisa kembali punya harga terjangkau.
Asus Zenbook Duo

ASUS baru saja membawa angin segar di tengah kecemasan konsumen terhadap badai inflasi komponen PC dan smartphone. General Manager ASUS wilayah Taiwan, Yi-Hsiang Liao, menyatakan bahwa fase kenaikan harga komputer PC yang sangat tinggi diproyeksikan segera berakhir.

Pihak manajemen memprediksi bahwa mulai kuartal ketiga tahun 2026 ini, penyesuaian harga produk retail dipastikan melandai dan hanya akan menyentuh angka satu digit saja.

Prediksi yang berani

Sejak akhir tahun lalu, pasar komputer rakitan, laptop premium, dan smartphone terus dihantam badai kenaikan harga modal akibat kelangkaan chip memori DRAM dan media penyimpanan SSD yang dialokasikan untuk server AI. Kebijakan melandainya harga dari ASUS ini bertindak sebagai sinyal positif yang diprediksi akan segera diikuti oleh para produsen OEM (Original Equipment Manufacturer) besar lainnya.

Penurunan laju inflasi ini sangat krusial untuk memulihkan daya beli masyarakat serta menyelamatkan angka pengapalan unit komputer global yang sempat anjlok dalam beberapa bulan terakhir.

Apa saja yang disampaikan ASUS?

Batas Toleransi Pasar dan Tren Penurunan Harga Komponen

Berdasarkan laporan eksklusif dari media ekonomi United Daily News, berikut adalah poin analisis penting dari manajemen ASUS mengenai dinamika pasar komputer terkini:

  • Akumulasi Kenaikan Menyentuh 30 Persen: Yi-Hsiang Liao memaparkan fakta bahwa total akumulasi kenaikan harga pada lini produk ASUS sejak kuartal keempat tahun 2025 kemarin telah menyentuh angka total 30 persen.
  • Harga RAM dan Storage Mulai Melunak: Alasan utama di balik optimisme ASUS adalah mulai melandainya harga komponen mentah hard drive dan memori di tingkat distributor. Selain itu para produsen menyadari bahwa jika harga terus dipaksa naik, hal tersebut akan langsung melompati batas daya beli konsumen market tolerance rate yang memicu kelumpuhan transaksi pasar retail.
  • Proyeksi Kenaikan Satu Digit: Memasuki paruh kedua tahun ini, ASUS tidak menampik masih akan ada koreksi harga pada kuartal ketiga tahun 2026, namun nilainya dipastikan aman terkendali hanya berada di kisaran 0 hingga 9 persen saja.

Kontradiksi Data Lapangan dan Target Finansial Vendor

Meskipun klaim dari ASUS menyodorkan harapan baru, sejumlah pakar industri dan data pasar sekunder justru memperlihatkan anomali yang berbeda:

  • Lonjakan Harga Spot DRAM Masih Brutal: Data riset komparatif menunjukkan bahwa harga pasar spot untuk komponen DRAM konsumen dan SSD retail sebenarnya masih merangkak naik secara signifikan hingga menyentuh angka 89 persen dibanding kuartal sebelumnya. Beberapa pengamat bahkan memperingatkan bahwa krisis pasokan ini berpotensi menetap hingga periode tahun 2028 mendatang.
  • Strategi Ramping Up Produsen Chip: Untuk menyiasati hal ini, muncul laporan bahwa para raksasa semikonduktor mulai mengalihkan fokus produksi mereka kembali ke general-purpose DRAM untuk perangkat PC setelah pendapatan dari sektor memori HBM (High Bandwidth Memory) untuk AI server mulai mencapai titik jenuh.
  • Pertumbuhan Pendapatan Berbasis Produk Premium: Di sisi finansial, ASUS sendiri berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan masif sebesar 25 persen dibanding tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh dominasi penjualan produk kasta premium dan laptop gaming kelas atas yang kini sukses menguasai 60 persen pangsa pasar total PC milik ASUS.

Pax insight

Pernyataan optimis dari ASUS di pertengahan tahun 2026 ini menjadi sebuah titik balik penting yang dinantikan oleh ekosistem industri komputer global. Apakah pelandaian harga satu digit pada kuartal ketiga nanti akan bertahan permanen atau hanya menjadi masa tenang sementara masih harus dibuktikan lewat pergerakan pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Namun bagi para konsumen yang sudah menahan anggaran belanja gawai sejak tahun lalu, proyeksi dari ASUS ini menyodorkan momentum paling rasional untuk mulai menyusun kembali rencana merakit PC idaman dalam waktu dekat.