Gawai
Senin, 27 Juli 2026 09:05 WIB

5 Setting HP Baru agar Baterai Ponsel Tak Cepat Bocor

Vendor smartphone Apple maupun Google memberikan sejumlah saran agar smartphone baru bisa lebih awet baterainya, apa saja tipsnya?
Oppo Find X9s vs iPhone 17 Pro

Apakah kamu baru berganti smartphone ke model terbaru? Pasti kamu tidak ingin kan indikator kesehatan baterai alias battery health smartphone cepat drop? 

Sebenarnya, Apple dan Google pernah memberikan tips agar smartphone yang baru dipakai lebih awet baterainya. Sejumlah hal yang kerap dianggap remeh temeh ternyata cukup berguna dalam membuat baterai smartphone baru kamu jadi panjang masa pakainya. 

Kebiasaan dan pengaturan yang diterapkan di hari-hari pertama pemakaian smartphone baru bisa menentukan: seberapa lama baterai bertahan dalam sehari dan seberapa panjang usia baterai sebelum mulai bocor. 

Mengapa ini penting?

  • Mengatur sistem dengan benar (sesuai saran Apple atau Google) sejak awal bisa mencegah penurunan performa komponen termasuk baterai
  • Sejumlah hal yang perlu kamu perhatikan saat menggunakan smartphone baru agar baterainya bisa bertahan lebih lama meski dipakai beberapa tahun. 

Apa saja setting awal HP baru agar baterai tidak cepat bocor?

Apple melalui laman dukungannya menyebutkan ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar iPhone yang baru dipakai tak lekas bocor atau berkurang drastis battery health-nya. 

Google hingga Samsung juga memberikan panduan serupa guna membantu pengguna memastikan baterai smartphone bisa dipakai dalam jangka panjang. 

1. Pengaturan layar

Layar merupakan komponen paling banyak mengonsumsi daya. Ada sejumlah pengaturan yang bisa dilakukan jika pengguna ingin menghemat baterai:

  • Aktifkan dark mode: Google memberi tips, kalau HP kamu memakai layar OLED atau AMOLED, mode gelap bisa mematikan piksel hitam, jadi bisa menghemat layar. 
  • Auto-brightness: Apple mengingatkan pengguna untuk mengaktifkan auto-brightness, yang membiarkan sensor HP menyesuaikan pencahayaan secara otomatis sesuai ruangan alih-alih mengaktifkan layar terang terus menerus. 
  • Atur screen time-out: Mengubah durasi layar untuk otomatis mati dalam 15 detik atau 30 detik juga bisa jadi hal yang menghemat baterai. Dengan begitu, layar tak terus menyala saat smartphone tidak dipakai 
  • Kalau smartphone kamu mendukung refresh rate hingga 120Hz, pakai mode adaptive atau dynamic, bukan high (120Hz) setiap waktu. Tujuannya adalah untuk menurunkan refresh rate secara otomatis saat tidak dibutuhkan. 

2. Matikan koneksi dan sensor

Komponen koneksi yang terus mencari sinyal berpotensi menguras baterai di background, jadi lebih baik matikan jika sedang tak dibutuhkan. 

  • Nonaktifkan fitur yang tidak dipakai: Pastikan untuk mematikan GPS/ Lokasi, Bluetooth, WiFi, atau konektivitas NFC saat sedang tidak dipakai. 
  • Jangan izinkan lokasi nyala terus-menerus: Atur izin lokasi ke opsi “Only while using the app”. Jangan sampai aplikasi mengakses lokasi sepanjang waktu di background. 
  • Pakai koneksi WiFi ketimbang data seluler: Apple merekomendasikan penggunaan koneksi WiFi ketika pengguna sedang di rumah atau kantor. Pasalnya, pemakaian WiFi hanya perlu lebih sedikit daya dibanding koneksi data ponsel. 

3. Optimasi aplikasi dan background

Aplikasi yang jalan terus tanpa sepengetahuan pengguna bisa menguras daya, loh! Ini cara mengatasinya:

  • Batasi background app refresh: Menonaktifkan pembaruan latar belakang untuk aplikasi yang tidak terlalu penting seperti aplikasi belanja itu menguras baterai, beda halnya dengan aplikasi pesan atau email yang memang selalu berjalan di background. 
  • Aktifkan Power Saving atau fitur baterai adaptif: Kamu juga bisa mengaktifkan fitur pengelolaan baterai agar sistem HP otomatis menonaktifkan aplikasi yang jarang dipakai. 

4. Terapkan optimized battery charging

Apple, Google, hingga Samsung kompak soal yang saran optimasi pengisian daya yang biasanya sudah terdapat pada smartphone-smartphone keluaran terbaru, untuk menjaga daya tahan baterai agar tidak cepat bocor. 

  • Batasi pengisian daya maksimal 80-85 persen: Di Android, aktifkan fitur Protect Battery atau Optimized Battery Charging. Fitur ini berfungsi untuk menghentikan atau memperlambat pengisian daya saat mendekati angka penuh.Tujuannya adalah untuk mengurangi stres kimia pada baterai. 
  • Hal lain yang bisa dilakukan adalah mematikan fitur Always on Display (AOD), saat tidak benar-benar dibutuhkan. Langkah ini diklaim bisa hemat baterai 10-15 persen tiap harinya. 

5. Hindari kebiasaan buruk saat pengisian daya

Selain dari software, kebiasaan penggunaan smartphone sehari-hari juga turut menentukan kesehatan baterai, antara lain:

  • Hindari main HP saat pengisian daya, terutama untuk aktivitas berat seperti main game atau menonton video. 
  • Waspadai overheat: suhu tinggi merupakan musuh bagi sel baterai lithium-ion, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan melepas casing saat pengisian daya berjalan begitu panas. Jangan lupa, hindari meninggalkan HP yang dicas di dalam mobil. 

Pax Insight

Sejumlah tips di atas kebanyakan berasal dari pembesut smartphone mulai dari Apple, Google, hingga Samsung. Meski begitu, mengingat kebutuhan satu pengguna dan pengguna lain berbeda, sesuaikan mana yang lebih nyaman dilakukan. 

Misalnya Anda adalah orang yang sangat perlu mendapatkan notifikasi penting meski layar ponsel mati, Anda bisa mengaktifkan fitur Always on Display.

Perlu diperhatikan juga bahwa mengatur smartphone sejak hari pertama bisa menjadi cara menjaga ponsel tetap bisa dipakai dalam jangka panjang. 

Mengingat hampir semua smartphone terbaru memakai baterai tanam, penting untuk menjaga performa baterai agar tetap optimal guna memperpanjang usia HP dan mengurangi biaya perbaikan di masa depan.