Neurophos, startup asal Austin yang didukung oleh Bill Gates, baru saja meraih pendanaan Seri A sebesar USD110 juta (Rp1,7 triliun). Perusahaan ini mengembangkan teknologi chip berbasis cahaya (fotonik) yang diklaim mampu memproses data jauh lebih cepat sekaligus lebih hemat energi dibandingkan GPU tradisional yang berbasis elektron.
Kenapa ini penting: Pusat data AI saat ini menghadapi krisis konsumsi energi yang sangat besar. Jika klaim Neurophos terbukti, teknologi optik bisa menjadi solusi “Holy Grail” untuk mengatasi batas fisik Hukum Moore, yang selama ini mulai menghambat kinerja chip silikon konvensional.
Detail teknologi: Dilansir dari Gizmochina, produk unggulan Neurophos bernama Tulkas T100, menawarkan pendekatan radikal dalam arsitektur komputasi:
- Light over Electrons: Menggunakan foton (cahaya) untuk mentransmisikan data, menggantikan aliran elektron pada GPU standar.
- Speed Demon: Beroperasi pada kecepatan 56 GHz, jauh melampaui rekor prosesor silikon saat ini seperti Intel Core i9 yang hanya mencapai 9,1 GHz.
- Micro-Scale: Menciptakan transistor optik yang 10.000 kali lebih kecil dibandingkan komponen fotonik yang ada di pasaran.
Perbandingan spesifikasi (David vs. Goliath)
CEO Neurophos, Patrick Bowen, berani mengadu langsung chip Tulkas T100 dengan produk Nvidia:
|
Spesifikasi |
Neurophos Tulkas T100 |
Nvidia B200 |
|
Kinerja (Ops/Detik) |
235 Peta Operations |
9 Peta Operations |
|
Konsumsi Daya |
675 Watt |
1.000 Watt |
|
Efisiensi |
Sangat Tinggi |
Standar Industri |
Tantangan ke depan: Meski spesifikasinya mengesankan, jalan menuju pasar masih panjang. Neurophos baru menargetkan produksi massal pertama pada pertengahan 2028. Dalam kurun waktu tersebut, Nvidia tentu tidak akan tinggal diam dan kemungkinan sudah merilis arsitektur generasi berikutnya.
Langkah selanjutnya: Dengan dukungan investor strategis seperti Microsoft M12 dan Aramco Ventures, Neurophos kini fokus mematangkan proses manufaktur. Keunggulan mereka adalah klaim kompatibilitas dengan pabrik silikon standar seperti TSMC atau Intel, yang memberi keuntungan logistik dibandingkan kompetitor fotonik lainnya.
Pax insight
Neurophos mencoba mendobrak batas teknologi chip dengan pendekatan berbasis cahaya. Jika berhasil, mereka bisa menjadi penantang serius Nvidia sekaligus membuka era baru komputasi ultra-cepat dan hemat energi.



