AI
Minggu, 26 Juli 2026 16:13 WIB

Meta AI rilis fitur produktivitas, kini bisa kelola jadwal harian

Meta memperbarui Meta AI dengan fitur produktivitas baru bertenaga Muse Spark 1.1, mencakup integrasi kalender hingga riset mendalam.

Meta baru saja meluncurkan pembaruan besar-besaran untuk Meta AI agar bisa mendukung produktivitas penggunanya, sekaligus makin bersaing dengan kompetitor seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude.  

Ditenagai model AI terbaru, Muse Spark 1.1, Meta AI kini mampu terhubung langsung dengan kalender pengguna untuk menyusun daily briefings, mengelola jadwal acara, merencanakan menu mingguan, hingga menjalankan riset mendalam berbasis laporan secara mandiri. 

Langkah ini menandai pergeseran strategi Meta dari fokus awal ke sektor hiburan dan koneksi sosial menjadi integrasi asisten digital harian yang personal. Jadi, pengguna cukup menuliskan prompt untuk melakukan otomatisasi berbagai tugas rutin. 

Transisi Meta AI 

Dengan pembaruan ini, Meta AI tidak lagi sekadar chatbot unutk menjawab pertanyaan kasual atau membuat gambar, melainkan mulai bertransformasi menjadi agen yang bisa bertindak sebagai eksekutor. 

Langkah ini sejalan dengan visi CEO Meta Mark Zuckerberg yang ingin mendorong Meta AI menjadi personal superintelligence untuk membantu tugas komputasi berat. Nantinya, fitur baru ini mulai digulirkan secara bertahap di aplikasi Meta AI dan web di sejumlah negara terpilih, serta dijadwalkan hadir di WhatsApp dalam beberapa pekan mendatang. 

Selain kemampuan untuk menunjang produktivitas penggunanya, Meta AI juga akan mendukung perintah yang lebih fleksibel, seperti fitur navigasi kontrol langsung saat AI sedang bekerja dan opsi obrolan privat (incognito chat). 

Fitur baru Meta AI

Pembaruan Meta AI membawa serangkaian peningkatan fungsi harian yang dirancang untuk memangkas alur kerja penggunanya:

  • Model utama: Ditenagai oleh model AI generasi terbaru, Muse Spark 1.1.
  • Otomatisasi lanjutan: Mengatur jadwal latihan maraton mingguan, meal plan, hingga pemantauan rilis sepatu tanpa perlu prompt ulang. 
  • Riset dan pembuatan slide: Merangkum data dari makalah ilmiah hingga kreator konten di Facebook atau Instagram menjadi laporan hingga presentasi. 
  • Pusat penyimpanan terpadu: Seluruh hasil kerja, mulai dari mood board hingga slide, tersimpan di satu tempat untuk diakses atau dibagikan ke teman. 
  • Fitur kendali real-time dan incognito: Mengarahkan ulang fokus atau nada respons AI di tengah proses kerja, serta opsi Incognito chat untuk privasi penuh. 

Skenario penggunaan nyata

Meta AI terbaru ini mampu membantu pengguna membuat perencanaan kompleks secara praktis, seperti di antaranya: 

  • Proyek renovasi rumah: Meta AI dapat mempelajari gaya pengguna, memindai Facebook Marketplace untuk mencari perabot yang sesuai budget, dan menyusunnya dalam bentuk mood board visual. 
  • Perencana latihan dan sosial: Membantu menyusun jadwal latihan half marathon yang dikirimkan setiap Senin pagi, atau mendeteksi double booking di kalender saat pengguna meminta saran tempat makan untuk acara ulang tahun. 
  • Kendali respons langsung: Pengguna tidak perlu menunggu AI selesai mengetik. Jika respons dirasa kurang sesuai, pengguna dapat memotong atau mengubah nada serta fokus pembahasan secara instan. 

Pax insight

Keputusan Meta memboyong fitur produktivitas ke dalam ekosistem Meta AI menunjukkan respons perusahaan terhadap chatbot AI lain yang kerap digunakan sebagai asisten kerja. 

Dengan keunggulan akses data lokal seperti Facebook Marketplace, tren dari Instagram Reels, serta basis di WhatsApp, integrasi kalender dan tugas otomatis ini berpotensi menjangkau masyarakat awam yang sebelumnya belum pernah menggunakan AI untuk urusan pekerjaan. 

Lewat langkah ini, Meta juga berhasil memanfaatkan infrastrukturnya yang tidak hanya pintar di atas kertas, tapi mempermudah mobilitas harian penggunanya. Namun, hal yang perlu jadi perhatian, perusahaan harus tetap menjamin keamanan dan privasi data pengguna.