AI
Rabu, 28 Januari 2026 09:01 WIB

Lintasarta luncurkan "LAMPU," marketplace AI untuk akselerasi digital Indonesia

Lintasarta, unit bisnis utama dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, resmi memperkenalkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU).

Lintasarta, unit bisnis utama dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, resmi memperkenalkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU). Platform ini dirancang sebagai “toko serba ada” untuk kebutuhan solusi digital perusahaan, mulai dari software, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan (AI).

Kenapa ini penting: Banyak perusahaan kesulitan mengintegrasikan berbagai vendor teknologi karena kompleksitas sistem yang berbeda-beda. LAMPU hadir untuk menyederhanakan proses tersebut dengan menyatukan seluruh ekosistem digital dalam satu platform. Dibangun di atas infrastruktur berdaulat milik Lintasarta, LAMPU menjamin keamanan data sekaligus kepatuhan terhadap regulasi lokal.

Detail platform: LAMPU dapat diakses melalui lampu.ai dan menawarkan cara baru bagi korporasi untuk menemukan serta menerapkan teknologi:

  • Layanan Terpadu: Memberikan akses instan ke Software as a Service (SaaS), API, layanan data, hingga model prediksi AI.
  • Fleksibilitas Bisnis: Menyediakan berbagai opsi pembayaran, mulai dari pay-as-you-go, langganan, hingga lisensi perusahaan. Hal ini membantu efisiensi biaya dan mempercepat waktu implementasi.
  • Open Ecosystem: Membuka peluang bagi startup dan pengembang lokal untuk memasarkan solusi mereka ke pasar yang lebih luas melalui integrasi API dan sistem berbasis cloud-native.

Apa kata mereka: President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, menyebut LAMPU sebagai wadah kolaborasi strategis.

“Dengan memanfaatkan kekuatan infrastruktur Lintasarta yang berdaulat, LAMPU menjadi wadah bagi pelaku usaha dan pengembang lokal untuk berkolaborasi Ini adalah langkah strategis dalam mendorong ekosistem digital nasional yang inklusif,” kata Bayu.

Strategi di balik LAMPU: Peluncuran ini merupakan bagian dari strategi “4C” Lintasarta: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Dengan memadukan keempat pilar tersebut, Lintasarta tidak hanya menjual produk digital, tetapi juga membangun fondasi bagi ekosistem AI nasional yang siap mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Langkah selanjutnya: Fokus Lintasarta ke depan adalah memperkaya katalog solusi di dalam LAMPU. Mereka berencana memperluas kolaborasi dengan institusi akademik dan penyedia teknologi untuk menghadirkan solusi AI yang siap digunakan industri.

Pax insight

LAMPU bukan sekadar marketplace digital, melainkan platform strategis yang menyatukan teknologi, keamanan, dan kolaborasi. Dengan pendekatan ini, Lintasarta berupaya mempercepat transformasi digital Indonesia sekaligus membuka peluang bagi pengembang lokal untuk tumbuh di ekosistem global.