AI
Minggu, 21 Juni 2026 08:07 WIB

Norwegia larang pemakaian AI generatif untuk murid SD

Norwegia memberlakukan larangan ketat penggunaan AI generatif bagi siswa SD mulai Agustus 2026.
Ilustrasi: Pinterest

Norwegia memberlakukan larangan ketat penggunaan AI generatif oleh anak sekolah dasar, menurut laporan Reuters. Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere menyatakan AI membuat anak-anak melewatkan langkah-langkah krusial dalam pendidikan mereka. 

Sebagai gantinya, Jonas menyatakan, sekolah harus fokus mengajarkan siswa cara membaca, menulis, dan berhitung. 

Standar ini akan diberlakukan pada awal tahun ajaran baru yang dimulai akhir Agustus, menempatkan Norwegia menjadi salah satu negara yang membatasi teknologi di ruang kelas demi melindungi proses pembelajaran fundamental anak.

Kenapa ini penting? 

Di tengah euforia global tentang potensi AI dalam pendidikan, Norwegia mengambil pendekatan yang berlawanan arah dan mendasarkan keputusan ini pada kekhawatiran nyata. 

Kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung dibangun melalui proses dan latihan yang tidak bisa dilewati. Jika anak mengandalkan AI sebelum menguasai fondasi ini, ada risiko mereka kehilangan keterampilan kognitif inti. 

Aturan berdasarkan jenjang usia

  • 6-13 tahun : Dilarang penuh menggunakan AI generatif.
  • 14-16 tahun: Penggunaan AI generatif diperbolehkan, tapi dengan pengawasan guru. 
  • 17 tahun ke atas: Pemakaian AI generatif bisa dilakukan dengan mandiri, dengan anjuran penggunaan secara tepat guna.  

Pembatasan teknologi di sekolah

Ini bukan langkah pertama Norwegia dalam menghapus teknologi dari ruang kelas. Negara ini telah melarang smartphone dari sekolah pada 2024, dan kebijakan tersebut dilaporkan terbilang sukses. 

Sejak pelarangan smartphone, Norwegia mencatat, kasus perundungan menurun, prestasi akademik meningkat, dan kesehatan mental lebih baik yang ditunjukkan dengan kunjungan ke psikologi menurun signifikan. 

Pax insight

Keputusan Norwegia ini bisa jadi pengingat kalau kemajuan teknologi tak selalu identik dengan kemajuan pendidikan. Ketika integrasi AI didorong ke ruang kelas, Norwegia mengambil sikap yang lebih hati-hati. 

Alasannya pun terbilang masuk akal yakni keterampilan fundamental harus dikuasai lebih dulu sebelum memakai alat bantu. Ini menunjukkan proses belajar merupakan bagian penting dari pembentukan kemampuan kognitif.