AI
Rabu, 17 Juni 2026 08:01 WIB

6 teknologi AI di FIFA World Cup 2026, bukan sekadar gimmick!

FIFA banyak memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung berlangsungnya pertandingan Piala Dunia 2026, apa saja? Yuk simak di sini.
Teknologi Semi-Automated Offside Technology (SAOT) yang ditingkatkan dengan AI, membantu memberikan data tambahan untuk VAR mempercepat pengambilan keputusan wasit dalam pertandingan di Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)

Kecerdasan buatan turut dimanfaatkan di turnamen sepak bola empat tahunan, FIFA World Cup 2026. Piala Dunia 2026 bahkan menjadi ajang penerapan AI terbesar dalam sejarah sepak bola. 

Tak cuma untuk membantu wasit melihat posisi bola dan untuk mengambil keputusan objektif, AI juga dimanfaatkan untuk membantu analisis taktik, pengelolaan pertandingan, hingga meningkatan pengalaman menyaksikan tayangan olahraga favorit seantero jagat ini. 

Dikutip dari AI Magazine, FIFA menggandeng perusahaan teknologi Lenovo sebagai mitra teknologi resmi dalam menghadirkan berbagai inovasi berbasis AI. Lantas, teknologi AI apa saja yang dimanfaatkan di Piala Dunia 2026?

AI di Piala Dunia 2026

1. Football AI Pro

Salah satu inovasi terbesar AI di Piala Dunia kali ini adalah adanya Football AI Pro. Ini merupakan platform AI generatif milik FIFA yang dilatih menggunakan data sepak bola dari berbagai kompetisi internasional. 

Kemampuan asisten AI untuk tim nasional yang berlaga di World Cup 2026 ini antara lain adalah:

  • Menganalisis ratusan juta data pertandingan
  • Memberikan insight taktik hingga performa pemain
  • Menyajikan hasil analisis dalam bentuk teks, video, grafik, sampai visualisasi 3D
  • Mendukung berbagai bahasa. 

Menariknya, asisten AI generatif sepak bola ini bisa diakses oleh 48 timnas (negara) yang berlaga di Piala Dunia 2026. Jadi, mereka yang memiliki sumber daya terbatas bisa memperoleh analisis yang sebelumnya mungkin hanya dimiliki timnas elit. 

2. Peningkatan VAR berbasis AI

Dalam pertandingan sepak bola modern, tim wasit telah dibantu dengan tool bernama VAR (video assistant referee). Ini merupakan teknologi yang memungkinkan wasit melihat tayangan ulang dari suatu momen pertandingan dan memberikan keputusan yang objektif tentang gol, pinalti, kartu merah, dan lainnya. 

Kali ini ditambahkan dengan AI, FIFA mengembangkan versi terbaru dari Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Sistem berbasis AI ini dipakai untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan konsistensi dalam pengambilan keputusan VAR. 

SAOT bekerja dengan menggabungkan, AI computer vision, kamera pelacak pemain berkecepatan tinggi, dan sensor pada bola pertandingan. Sensor ini mengirimkan data lokasi bola 500 kali per detik untuk menentukan waktu tepat saat bola ditendang. 

Dengan menggabungkan data-data ini, AI mendeteksi jika ada penyerang di posisi offside. Selanjutnya, sistem mengirimkan peringatan otomatis ke ruang kontrol VAR. 

Walaupun sudah didukung AI, keputusan tetap berada di tangan manusia. Oleh karena itu sistem ini dinamai semi-otomatis. 

3. Avatar 3D untuk pemain

Masih dengan dukungan teknologi Lenovo, setiap pemain akan dipindai dalam hitungan detik untuk membuat model tubuh 3D yang begitu presisi. Pemindaian pemain dalam model 3D ini memilki manfaat berikut:

  • Membantu sistem offside semi-otomatis
  • Memudahkan pelacakan pemain ketika dalam kerumunan yang menutupi posisi tubuh pemain terkait. 
  • Mempercepat keputusan VAR

Ketika terjadi offside, penonton di stadion maupun yang menyaksikan via siaran TV bisa melihat rekonstruksi 3D yang jelas. Dengan begitu, keputusan wasit bisa lebih mudah dipahami. 

4. Bola pintar dengan sensor

Seperti FIFA World Cup sebelumnya, pada Piala Dunia 2026 ini, bola resmi yang dipakai dalam pertandingan adalah milik Adidas. Bola resmi Adidas untuk kompetisi FIFA ini telah dilengkapi sensor internal yang akan mengirim data ratusan kali per detiknya. 

Data-data tersebut meliputi:

  • Titik sentuhan bola
  • Kecepatan
  • Arah gerak
  • Putaran atau spin. 

Informasi-informasi tersebut akan membantu sistem AI dan VAR dalam menentukan kapan bola disentuh pemain, dengan lebih presisi. Hal ini dinilai begitu penting dalam memutuskan offside atau handball. 

5. Kamera wasit dengan bantuan AI

Kamera yang dikenakan wasit akan digunakan sebagai bagian dalam pengalaman siaran. Hal ini dilakukan untuk pertama kalinya pada skala besar seperti pertandingan-pertandingan di Piala Dunia 2026.

Mengutip laman FIFA, kamera tubuh atau body camera wasit pertama kali dipakai pada FIFA Club World Cup 2025. Kala itu uji cobanya dinilai sukses. Lenovo pun menyempurnakan teknologi tersebut dengan sistem berbasis AI yang mampu mengurangi efek blur akibat pergerakan cepat. 

AI membantu:

  • Menstabilkan gambar secara real-time
  • Mengurangi guncangan saat wasit berlari
  • Menghasilkan sudut pandang yang lebih nyaman dipakai. 

Penggunaan kamera wasit yang kini didukung AI diharapkan mampu meningkatkan transparansi, pemahaman, serta keterlibatan penonton pertandingan. 

6. Pengalaman penonton yang lebih interaktif

Selain membantu dalam pertandingan, teknologi kecerdasan buatan yang dimanfaatkan oleh FIFA dalam World Cup 2026 ini juga mampu meningkatkan kualitas siaran, melalui:

  • Replay 3D interaktif
  • Statistik permainan real-time
  • Analisis taktis otomatis
  • Visualisasi data pertandingan
  • Personalisasi konten digital untuk fans sepak bola

Penggembar sepak bola dunia tak lagi hanya menyaksikan pertandingan tetapi juga mendapatkan penjelasan tentang keputusan wasit hingga strategi tim. 

Pax Insight

Pada Piala Dunia 2022, teknologi AI mulai dipakai, salah satunya untuk VAR, kini di Piala Dunia 2026 peran AI meluas ke seluruh ekosistem sepak bola.

Untuk tim, teknologi Football Pro AI menjadi asisten analitik dan taktik yang bisa diakses secara setara oleh 48 peserta yang berlaga, baik tim besar maupun tim yang tak terlalu diunggulkan. 

Bagi wasit, sensor bola, sistem AI hingga model 3D membantu VAR dan penentuan offside dengan lebih presisi. Untuk penonton, berbagai teknologi AI memberikan insight yang lebih kaya. 

Dengan kata lain, kombinasi AI generatif, versi 3D pemain, sensor pada bola, hingga analisis taktis memperlihatkan bagaimana AI berperan dalam pengambilan keputusan sekaligus pengalaman ajang sepak bola terbesar dunia.