AI
Minggu, 14 Juni 2026 11:13 WIB

Saat 3 AI prediksi pemenang Piala Dunia 2026, siapa juaranya?

Kami menanyakan tiga AI mengenai siapa yang mungkin akan menjuarai Piala Dunia 2026, tim-tim kuat diprediksi masuk ke final.

Piala Dunia 2026 resmi digelar setelah kick-off dihelat di Estadio Azteca, Mexico City, 11 Juni 2026. World Cup 2026 jadi ajang yang menarik karena digelar di tiga negara sekaligus: United States, Meksiko, dan Kanada. 

Hal lain yang juga unik adalah jumlah peserta Piala Dunia 2026 yang mencapai 48 negara peserta. Padahal sejak 1998 peserta World Cup dikunci sebanyak 32 negara. 

Banyaknya negara yang ikuti Piala Dunia 2026 ini jadi membuat penggembar sepak bola bertanya-tanya, kira-kira negara mana yang akan memboyong FIFA World Cup Trophy?

Kami pun ikut penasaran dan bertanya kepada 3 chatbot AI untuk memprediksi siapa bakal pemenang turnamen sepak bola 4 tahunan ini. 

Mengapa ini penting?

  • Fakta bahwa tahun 2026 menjadi ‘The First AI World Cup’, maksudnya, ini merupakan Piala Dunia pertama setelah kelahiran chatbot AI. Pada Piala Dunia 2022, teknologi seperti ChatGPT belum dirilis ke publik. 
  • Saat ini AI telah jadi bagian dari gaya hidup, menarik untuk melihat bagaimana chatbot AI memprediksi siapa yang bakal berlaga di final hingga menjuarai Piala Dunia 2026. 
  • Bukan cuma itu, prediksi AI ini berbasis pada data masing-masing model AI, tak hanya asal tunjuk seperti Paul si Gurita yang pernah memprediksi hasil Piala Dunia 2010 silam. 

Siapa juara Piala Dunia 2026 menurut AI?

Gemini

Chatbot milik Google ini memprediksi partai final laga Piala Dunia akan mempertandingkan Spanyol dan Prancis dengan Spanyol sebagai juara World Cup 2026. 

Gemini menyebut, keseimbangan tim, kemampuan tim Spanyol mendikte tempo permainan serta minimnya celah di sektor penjaga gawang dan lini serang, membuat tim La Roja ini lebih diunggulkan ketimbang Prancis. 

Menurut analisis Gemini, salah satu hal yang membuatnya prediksi Spanyol juara karena tim tersebut datang dengan generasi emas yang matang. Pesepak bola Lamine Yamal disebut salah satu yang kariernya kian bersinar, begitu juga kehadiran Pedri dan Rodri yang dianggap mampu jadi jenderal di lini tengah. 

Pada sisi lain, Prancis, menurut Gemini juga jadi tim yang kuat. Ini dimotori oleh pelatih Didier Deschamps serta bintang Prancis Kylian Mbappe yang sedang berada di usia emasnya. 

Perplexity

Perplexity menolak memberikan prediksinya tentang tim mana yang akan berlaga di final atau siapa yang bakal juarai Piala Dunia 2026. “Hasil pertandingan sepak bola sangat bergantung pada kinerja tim saat turnamen berlangsung,” kata Perplexity. 

Oleh karenanya, hal ini jadi alasan kenapa AI tersebut tidak bisa memprediksikan dengan akurasi tinggi. 

Meski begitu, Perplexity mengutip dari analis dan superkomputer Opta Analyst mengenai hasil World Cup 2026, di mana Spayol punya peluang sebesar 16,1 persen untuk jadi juara. Sementara, AI Avisia memprediksi Prancis dan Argentina sama-sama kuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026. 

ChatGPT

Chatbot besutan OpenAI, ChatGPT, punya analisis berbeda. ChatGPT memprediksi Brasil akan menjuarai Piala Dunia 2026 dengan runner up-nya adalah timnas Prancis. 

Prediksi Brasil didasari data seperti pelatih berpengalaman, Carlo Ancelotti, yang membuat Brasil lebih seimbang. Generasi pemain yang berada di usia emas juga jadi faktor yang membuat ChatGPT meramalkan Brasil jadi juara. 

ChatGPT seperti Gemini, memprediksi Prancis sampai final berkat skuadnya yang kini salah satu terbaik di dunia. Kombinasi pemain senior dan generasi baru serta kehadiran Kylian Mbappe dinilai akan menentukan langkah Prancis. 

Uniknya, ChatGPT juga memprediksi sebuah kejutan besar yang ia yakini bakal jadi keyakinan, yakni timnas Maroko yang akan kembali mencapai semifinal, seperti pada Piala Dunia 2022. 

Menarik melihat bagaimana ketiga AI ini memprediksi tim mana yang akan juarai Piala Dunia 2026. Meski begitu, prediksi-prediksi ini mungkin akan berubah seiring dengan berlangsungnya pertandingan-pertandingan sebulan ke depan. 

Pasalnya, akan ada banyak data baru yang disajikan dan bisa diolah oleh AI untuk memprediksi siapa pemenang Piala Dunia 2026. 

Prediksi Opta Supercomputer 

Opta Supercomputer merupakan sistem prediksi berbasis statistik dan kecerdasan buatan yang dikembangkan Opta Analyst. Sistem ini dipakai untuk mensimulasikan pertandingan dan turnamen olahraga hingga jutaan kali untuk memperkirakan peluang berbagai hasil: siapa yang menang, lolos ke babak selanjutnya, dan jadi juara. 

Cara kerjanya, Opta menjalankan sekitar 25.00 simulasi turnamen dan hasilnya, Spanyol jadi tim dengan peluang terbesar mengangkat trofi. Prancis di posisi kedua dengan peluang 13,0 persen, disusul Inggris (11,3 persen), dan Argentina (10,4 persen). 

Berbagai data yang membuat Opta memprediksi Spanyol sebagai pemenang World Cup 2026 adalah skuad muda Spanyol yang sudah terbukti juara di Eropa, hingga konsistensi performa pemain selama beberapa tahun terakhir. 

Pax Insight

Menarik melihat bagaimana AI menggunakan data-data yang ada untuk memprediksi Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026. Meski begitu, ada juga AI yang menolak memberikan prediksinya karena pertandingan sepak bola tergantung pada kondisi tim saat laga berlangsung. 

Meski berbagai chatbot AI menunjuk Spanyol punya potensi memenangi Piala Dunia 2026, hasil akhirnya tetap ada di lapangan. Prediksi AI pun bisa salah meski sudah didukung data-data empiris.