Kecerdasan buatan kini jadi teknologi yang diagung-agungkan karena nilai manfaatnya di berbagai bidang. Bahkan, pengembangan AI kini menjadi tolak ukur kemajuan sebuah negara.
Kendati begitu, mengukur kemajuan AI tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi. Laporan dari Stanford AI Index Report 2026 dan data Second Talent 2026 mengungkap peta kekuatan AI global dalam dua kubu besar: negara yang jago mengembangkan AI dan negara yang paling banyak mengadopsi AI untuk mendukung industri.
Uniknya berdasarkan data keduanya, raksasa pencipta AI tak selalu jadi yang tercepat dalam mengadopsinya.
Mengapa ini penting?
- Negara-negara yang memimpin dalam adopsi AI jadi kiblat efisiensi dunia kerja. Hal ini memberikan gambaran ke mana arah digitalisasi industri global dan keterampilan apa saja yang akan dicari ke depannya.
- Dominasi AI tak hanya dimonopoli satu dua negara. Peta pengembangan AI memperlihatkan raksasa pembesut software AI di negara barat bisa lumpuh jika pasokan hardware di Asia terganggu.
- Negara yang lahirkan AI ternyata tak selalu jadi yang tercepat dalam menerapkannya di dalam berbagai sektor.
10 negara dengan kemajuan AI terpesat
Berdasarkan kedua sumber di atas, berikut adalah 10 negara dengan kemajuan dan perkembangan AI paling pesat.
1. Amerika Serikat
AS merupakan pemimpin dalam melahirkan teknologi AI. Sepanjang 2025, AI berhasil memproduksi 59 model AI. Proyek open-source berbasis AS di GitHub mendominasi dengan raihan 30 juta stars.
Dalam hal infrastruktur, AS menopang AI dengan 5.427 data center. Angka ini 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan negara mana pun di dunia.
Adopsi AI di level perusahaan mencapai 85 persen. Silicon Valley menjadi alasan adopsi AI tempat kerja begitu tinggi.
2. China
China merupakan pabrik ilmu pengetahuan AI, terlihat dari jumlah jurnal ilmiah dan pemberian paten AI. Dominasi paper AI China terbanyak di dunia, jumlahnya 41 dari 100 paper AI yang paling banyak disitasi.
China memproduksi 35 model AI terkenal sepanjang 2025.
Dalam hal adopsi AI di perusahaan, angkanya sekitar 80 persen. China mengintegrasikan AI di berbagai sektor, dari manufaktur, e-commerce, hingga surveilance.
3. Singapura
Singapura dan Swiss (menurut laporan Stanford), merupakan negara dengan jumlah peneliti dan pengembang AI tertinggi di dunia.
Sementara dalam hal adopsi, tingkat adopsi AI di industri menyentuh 78 persen. Selain itu, hampir 90 persen layanan pemerintahan sudah terintegrasi atau dibantu sistem AI.
4. Inggris
Inggris bisa dibilang jadi polisi penengah global yang fokus pada riset mengenai regulasi dan tata kelola etika AI yang aman.
Dalam hal adopsi AI di korporasi, angkanya menyentuh 74 persen. Sektor-sektor yang mengadopsi AI terbanyak di finansial serta kesehatan.
5. Taiwan
Kemajuan AI di Taiwan bukan dalam hal software seperti penciptaan model AI, tetapi dalam infrastruktur fisik. TSMC, perusahaan semikonduktor terkemuka dunia memfabricate hampir seluruh chip AI tercanggih di dunia saat ini.
Berdasarkan laporan global terungkap kalau seluruh ekosistem software AI milik AS atau China bisa lumpuh tanpa pasokan perangkat keras dari Taiwan.
6. Korea Selatan
Korea Selatan memimpin dalam metrik jumlah paten AI per kapita. Jika dibanding rasio jumlah penduduk, warga Korsel paling rajin mendaftarkan hak cipta teknologi AI terbaru.
Adapun tingkat adopsi AI pada industri mencapai 67 persen, dengan sektor elektronik, telekomunikasi mencatatkan pertumbuhan implementasi operasional AI tercepat di Asia sepanjang awal tahun 2026.
7. Jerman
Jerman memiliki tingkat adopsi AI di industri sebesar 71 persen. Tak membuat chatbot publik, Jerman terdepan dalam adopsi AI ke sistem smart manufacture, robotika industrial, dan efisiensi B2B.
8. Uni Emirat Arab
UEA dan kawasan Timur Tengah ternyata banyak menginvestasikan modal untuk AI. Adopsi AI untuk korporasinya ada di angka 63 persen.
Sementara di end-user, UEA merupakan pemimpin dalam penggunaan AI generatif, dengan lebih dari 64 persen masyarakat usia produktif memakai AI untuk membantu kehidupan sehari-hari.
9. Swiss
Bersama Singapura, Swiss menduduki jajaran atas dalam jumlah ilmuwan dan pengembang AI. Institusi seperti ETH Zurich membantu negara ini jadi inkubator riset AI paling eksklusif dan mahal di benua Eropa.
10. Kanada
Kanada merupakan tempat kelahiran deep learning. Bersama Australia dan Arab Saudi, Kanada tercatat oleh Stanford sebagai tempat di mana representasi peneliti perempuan di bidang riset dan pengembangan AI mencapai angka hampir 30 persen. Ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri yang didominasi pria.
Pax Insight
Perkembangan AI tidak bisa hanya menilik asal negara pembesut model AI-nya tetapi semua terhubung sebagai ekosistem. Misalnya, untuk menjadi negara dengan model AI terbesar, Amerika ditopang oleh komponen hardware yang berasal dari Taiwan serta talenta dari berbagai negara lain.
Meski begitu, dari laporan ini terungkap kalau AS dan Tiongkok bersaing ketat dalam penguasaan teknologi AI. Taiwan dan Korsel menguasai komponen atau fisik, dan Uni Emirat Arab menjadi konsumen yang paling banyak memanfaatkan AI generatif.
Posisi Indonesia saat ini masih sebatas sebagai penikmat teknologi yang dibesut perusahaan global.
Meski begitu, sektor telekomunikasi selama beberapa tahun terakhir gencar memanfaatkan AI untuk mendukung operasional. Pemerintah juga membuat beberapa data center yang bisa dimanfaatkan untuk AI.



