AI
Sabtu, 27 Juni 2026 11:05 WIB

Kenapa smartphone dan laptop masa kini butuh RAM lebih besar?

Smartphone terkini hadir dengan RAM besar, pemicunya ternyata terkait dengan fitur kecerdasan buatan. Simak di sini penjelasannya.

Pernahkah Anda menyadari, dari waktu ke waktu standar besaran RAM pada smartphone dan laptop terus meningkat? Rasanya dulu RAM 6GB sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, namun kenapa kini angka tersebut terasa kecil?

Ternyata ada pemicu di balik hal ini, penyebabnya bukan lagi sekadar aplikasi atau game berat tetapi karena fenomena AI on-device alias AI yang prosesnya dijalankan di dalam perangkat, baik HP maupun laptop. 

Mengapa ini penting?

  • Industri teknologi tengah dihantam fenomena kelangkanan komponen memori. Penyebabnya adalah produsen memori lebih memprioritaskan pemenuhan memori pada pembangunan data center AI. 
  • Pada saat yang sama, standar industri yang bergeser cepat, dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan membuat smartphone dengan RAM kecil kewalahan menjalankan AI di perangkat. 
  • Ambil contoh, kehadiran Android 17 yang mengusung fitur Gemini Intelligence yang memproses AI di perangkat membutuhkan RAM besar. Smartphone dengan RAM di bawah 12GB pun dinilai akan mulai kewalahan menjalankan AI. 

Cloud-AI vs On-device AI, bedanya?

Untuk mengetahui alasan smartphone butuh RAM besar tak lepas dari bagaimana kecerdasan buatan diproses. Nah, selama ini mayoritas teknologi AI yang dipakai berbasis pada cloud dan membutuhkan jaringan internet untuk pemrosesan. 

  • Cloud AI: Penggunaan ChatGPT atau Gemini AI, perintah dikirim ke data center raksasa, diproses di sana, kemudian hasilnya dikirim balik ke smartphone atau laptop Anda. 
  • On-device AI: Semua proses berpikir, analisis data, sampai eksekusi fitur (edit foto, transkripsi suara, otomatisasi aplikasi dan lain-lain) dijalankan sepenuhnya oleh prosesor dan memori di dalam perangkat, tanpa perlu internet. 

Alasan sebenarnya on-device AI butuh RAM besar?

Satu hal yang perlu diketahui, untuk menjalankan model kecerdasan buatan atau Large Language Model/ LLM secara lokal membutuhkan ruang kerja digital yang sangat luas. 

Berbeda dengan aplikasi biasa yang dapat ditutup untuk melegakan memori, on-device AI terus stand-by di dalam RAM. Sistem dalam hal ini tak bisa bolak balik memuat model data AI berukuran besar dari storage ke RAM tanpa menimbulkan lag. 

Akibatnya, ketika sistem mengunci sebagian besar kapasitas RAM untuk menjalankan AI, ruang bagi aplikasi lain otomatis menyusut drastis. 

Android Police menyontohkan pada Google Pixel 9a. Karena hanya dibekali RAM 8GB, Google menyuntikkan model AI versi lite, Gemini Nano v1 XXS, yang membuat smartphone tersebut kehilangan fitur-fitur AI penting. Misalnya fitur Call Notes dan Pixel Screenshots yang ada di varian RAM lebih besar. 

Pax Insight

Melihat kebutuhan akan RAM besar saat ini, membeli smartphone atau laptop dengan ukuran RAM pas-pasan bisa jadi keputusan yang berisiko untuk jangka panjang. Alih-alih ingin berhemat, bisa jadi pengguna akan dipersulit dengan kinerja HP lemot karena RAM-nya banyak terpakai untuk AI. 

Ke depan, kapasitas RAM besar bukan hanya diperlukan oleh para gamer atau pembuat konten tetapi bisa menjadi syarat wajib jika Anda adalah pengguna yang menjalankan AI di perangkat. 

Mengingat pentingnya RAM besar, Samsung bahkan mengambil langkah antisipatif dengan standar RAM 12GB pada lini flagship mereka.