Sains
Senin, 15 Desember 2025 17:04 WIB

Startup ini raup jutaan dolar untuk kirim listrik dari luar angkasa

Teknologi ini diklaim dapat mengatasi kelemahan utama energi surya saat ini.
Sumber: Overview Energy

Sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Virginia Utara, Amerika Serikat, bernama Overview Energy, baru saja mengamankan pendanaan sebesar US$ 20 juta (sekitar Rp 332 miliar) untuk mewujudkan ambisi besar: mengirimkan energi surya dari luar angkasa ke Bumi.

Konsep yang ditawarkan Overview Energy cukup revolusioner. Mereka berencana menggunakan laser inframerah jarak dekat untuk menembakkan energi listrik dari satelit yang berada di orbit geosinkron (sekitar 36.000 km di atas permukaan Bumi) langsung ke panel surya yang sudah ada di daratan. Keunggulan utama dari posisi orbit ini adalah satelit dapat terpapar sinar matahari selama 24 jam penuh tanpa henti, dilansir dari New Atlas.

Teknologi ini diklaim dapat mengatasi kelemahan utama energi surya saat ini, yaitu ketidakmampuannya menghasilkan listrik di malam hari atau saat cuaca mendung. Menurut Overview, sistem mereka bisa memanfaatkan ladang panel surya yang sudah ada di Bumi untuk tetap menghasilkan listrik selama 65-75% waktu dalam sehari saat panel-panel tersebut biasanya menganggur.

Untuk membuktikan konsepnya, Overview telah sukses melakukan uji coba pada bulan lalu. Mereka menggunakan pesawat kecil Cessna Caravan yang terbang pada ketinggian 5 km untuk menembakkan laser energi ke panel surya biasa di darat. Keberhasilan ini diklaim sebagai contoh pertama transfer daya nirkabel berdaya tinggi dari platform bergerak.

Meski terdengar futuristik, tantangan terbesar teknologi ini adalah biaya. Saat ini, masih jauh lebih murah untuk sekadar menambah jumlah panel surya di Bumi dan mengembangkan baterai penyimpan energi daripada harus mengirim listrik dari orbit. Selain itu, Overview juga harus bersaing dengan perusahaan lain seperti Aetherflux dan Space Solar yang memiliki ambisi serupa, meskipun dengan metode transmisi yang berbeda seperti gelombang mikro.

Langkah selanjutnya bagi Overview adalah meluncurkan satelit uji coba ke orbit rendah Bumi pada tahun 2028, dengan target operasional penuh dari orbit geosinkron pada tahun 2030.

Pax Insight

Ide "pembangkit listrik tenaga surya antariksa" sebenarnya bukan hal baru dalam fiksi ilmiah, namun investasi nyata puluhan juta dolar menandakan bahwa teknologi ini mulai bergeser dari sekadar imajinasi menjadi potensi bisnis yang serius. Jika berhasil, ini bisa menjadi solusi pamungkas bagi krisis energi bersih dunia, sebuah sumber energi tak terbatas yang tidak memakan lahan berharga di Bumi dan tidak terpengaruh cuaca. Namun, seperti halnya internet satelit di masa awal, biaya astronomis mungkin akan menjadi penghalang terbesar sebelum teknologi ini benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat luas.