Sains
Kamis, 2 Oktober 2025 15:09 WIB

Sensor deteksi flu rasa thyme ini bisa dimakan

Para ilmuwan Jerman mengembangkan "sensor" yang dapat dimakan untuk mendeteksi flu sebelum gejala muncul.
Ilustrasi

Para ilmuwan Jerman mengembangkan "sensor" yang dapat dimakan untuk mendeteksi flu sebelum gejala muncul, dilansir dari New Atlas. Alat revolusioner ini akan memberikan rasa thyme di mulut ketika mendeteksi virus influenza, memungkinkan orang mengisolasi diri sebelum menularkan penyakit.

Salah satu masalah utama flu adalah kemampuan menularkan virus sebelum penderita menyadari mereka sakit. Kit uji aliran lateral seperti tes COVID memang tersedia dan murah untuk menguji influenza di rumah, namun hanya efektif setelah gejala muncul. Ketika pasien masih dalam fase tanpa gejala namun sudah menular, kit tersebut tidak berguna.

Ada kit lain yang mendeteksi virus flu sebelum gejala tampak, tetapi cenderung mahal dan lambat. Di sinilah sensor molekuler baru berperan.

Dikembangkan oleh Profesor Lorenz Meinel dan rekan dari Universitas Würzburg, sensor ini sebenarnya adalah bahan yang dapat dimakan yang bisa dimasukkan ke dalam permen karet atau tablet hisap. Komponen aktif utama sensor adalah glikoprotein bagian dari virus influenza yang disebut neuraminidase, huruf "N" dalam H1N1.

Biasanya, virus menggunakan neuraminidase untuk memutus ikatan sel inang yang diserang agar dapat menginfeksinya. Dalam sensor, neuraminidase terikat dengan molekul senyawa fenolik bernama thymol, yang ditemukan dalam tumbuhan thyme.

Ketika sensor ditempatkan di mulut orang yang terinfeksi flu, virus akan mengaktifkan neuraminidase, menyebabkannya memutus ikatan yang menahan molekul thymol, sehingga dapat dirasakan oleh lidah. Setelah mendeteksi rasa seperti thyme, orang tersebut akan tahu bahwa mereka terkena flu dan dapat mengisolasi diri.

Dalam tes yang dilakukan sejauh ini, sensor berhasil melepaskan thymol dalam 30 menit setelah ditempatkan dalam botol air liur dari orang yang terinfeksi influenza. Uji coba pada manusia dapat dimulai dalam dua tahun.