Sains
Kamis, 2 Oktober 2025 14:04 WIB

Bukan hanya Mars, bulan punya Saturnus punya potensi kehidupan

Molekul kompleks yang dipancarkan dari bawah permukaan Enceladus terdeteksi, meningkatkan peluang bulan Saturnus ini memiliki kehidupan di lautan bawah permukaan.

Mars bukan satu-satunya tetangga kita yang mungkin menyimpan kehidupan. Soalnya, dalam pemberitaan terbaru, peluang bahwa bulan Saturnus, Enceladus, juga memiliki kehidupan kini meningkat.

Para ilmuwan baru-baru ini menerbitkan sebuah makalah yang menguraikan peningkatan kompleksitas molekul yang dipancarkan dari bawah permukaan bulan tersebut. "Kami sekarang memiliki semua elemen yang diperlukan bagi Enceladus untuk menyimpan kehidupan," ujar Dr. Jörn Helbert dari ESA, seperti dilansir dari laman The Guardian, (2/10).

Enceladus memberikan para peneliti jendela unik ke dunia bawah permukaannya. Misi Cassini sebelumnya telah mengajarkan bahwa semburan air es melesat 6.000 mil ke luar angkasa dari Enceladus.

Sumber dari jet es ini diyakini berasal dari lautan air asin bawah permukaan, yang kedalamannya sekitar 30 mil dan menyelimuti seluruh bulan. Geyser luar angkasa tersebut kemudian menyembur keluar dari Kutub Selatan bulan tersebut.

Analisis sebelumnya terhadap partikel es bulan tersebut telah mengungkap adanya bahan kimia pembangun kehidupan. Namun, zat organik tersebut sebelumnya disimpulkan dari studi E ring Saturnus, yang sebagian besar terdiri dari material jet es.

Berbeda dengan itu, studi ini melihat data dari penerbangan lintas misi Cassini langsung ke semburan. Yang membedakannya hari ini adalah variasi tanda organik dan kesegaran sampel. "Biji-biji ini baru berumur beberapa menit," kata penulis utama, Dr. Nozair Khawaja.

"Deteksi zat organik secara langsung di dalam semburan meniadakan pelapukan luar angkasa (space weathering) sebagai satu-satunya jalur produksi," tulis para penulis makalah tersebut.

Space weathering mengacu pada radiasi dan proses lain yang berpotensi mengubah atau merusak sampel. "Biji-biji tersebut segar, tidak berubah, dan merupakan bukti kelangsungan hidup senyawa tersebut selama transit lautan dan emisi semburan".

Khawaja mengatakan hasil tersebut juga meningkatkan kompleksitas kimia organik bawah permukaan Enceladus yang diketahui. "Ketika ada kompleksitas yang terjadi, itu berarti bahwa potensi kelayakhunian Enceladus sedang meningkat sekarang," tambahnya.

Hasil ini belum membuktikan bahwa ada kehidupan di bulan Saturnus. Namun, hasil ini menunjukkan adanya lautan bawah permukaan yang kaya bahan kimia, yang dapat menabur benih pembangun kehidupan.