Proses pemakaman, tanpa kita sadari, sering kali memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Penggunaan peti mati kayu berkontribusi pada penebangan hutan, sementara proses kremasi menghasilkan emisi karbon yang mencemari udara. Menjawab masalah ini, sebuah perusahaan asal Belanda bernama Loop Biotech menciptakan inovasi unik: peti mati yang terbuat dari jamur, yang diberi nama Loop Living Cocoon, sebagaimana dilansir dari New Atlas.
Peti mati ini dibuat dengan menggabungkan kekuatan alami miselium (jaringan akar jamur) dengan serat tanaman rami yang didaur ulang. Teknologi ini memungkinkan peti mati tersebut tumbuh dan terbentuk sempurna hanya dalam waktu tujuh hari. Yang membuatnya istimewa adalah sifatnya yang 100% alami. Jika peti kayu biasa membutuhkan waktu tahunan untuk hancur, peti jamur ini dapat terurai sepenuhnya dan menyatu dengan tanah hanya dalam waktu 45 hari.
Dalam proses produksinya, peti ini sangat hemat energi dan tidak menggunakan zat kimia berbahaya, lem buatan, ataupun logam yang biasa ditemukan pada peti konvensional. Saat dikuburkan, peti ini tidak hanya hilang begitu saja, melainkan justru memberikan nutrisi bagi tanah di sekitarnya.
Secara fisik, peti ini dirancang agar tetap sesuai dengan tradisi pemakaman pada umumnya. Dilengkapi dengan enam pegangan dari tali goni, peti ini mudah diangkat baik oleh manusia maupun alat mekanis. Salah satu keunggulan utamanya adalah bobotnya yang sangat ringan, hanya 30 kg, jauh lebih ringan dibandingkan peti mati kayu tradisional yang bisa mencapai berat lebih dari 100 kg. Meski ringan, peti ini sangat kokoh dan mampu menahan beban jenazah hingga 200 kg. Ukurannya pun telah disesuaikan untuk memuat 95% ukuran tubuh orang dewasa.
Bagi yang berminat dengan konsep ramah lingkungan ini, Loop Living Cocoon dibanderol dengan harga US$3,995 (sekitar Rp 63,5 juta). Selain peti mati, perusahaan ini juga menyediakan guci abu jenazah bernama Loop EarthRise seharga US$395 (sekitar Rp 6,2 juta) yang bisa ditanam dan dijadikan pot pohon. Bahkan, tersedia juga guci untuk hewan peliharaan yang dijual mulai dari US$295 (sekitar Rp 4,7 juta).
Pax Insight
Inovasi peti mati jamur ini menawarkan pergeseran filosofis yang mendalam tentang bagaimana manusia memandang kematian. Jika selama ini pemakaman sering kali meninggalkan "jejak" material yang membebani bumi (seperti kayu pernis dan logam), Loop Biotech mengajak kita untuk benar-benar kembali ke alam dalam arti harfiah. Konsep ini mengubah tubuh manusia dari sekadar limbah biologis menjadi sumber nutrisi baru bagi kehidupan lain, menciptakan siklus ekologis yang sempurna di mana kematian satu makhluk menjadi awal kehidupan bagi yang lain.



