Sains
Minggu, 15 Februari 2026 10:37 WIB

Indonesia mengukir sejarah: Tim Labmino UI tembus sebagai Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow

Samsung Electronics Indonesia dengan bangga mengumumkan bahwa Tim Labmino dari Universitas Indonesia telah terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador.

Sebuah pencapaian monumental baru saja ditorehkan oleh generasi muda Indonesia di kancah teknologi internasional. Samsung Electronics Indonesia dengan bangga mengumumkan bahwa Tim Labmino dari Universitas Indonesia telah terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador. Prestasi ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi universitas, tetapi juga menempatkan Indonesia dalam peta inovasi dunia sebagai salah satu dari sepuluh tim terbaik secara global.

Tonggak sejarah baru di panggung inovasi global

Terpilihnya Tim Labmino menandai momen bersejarah bagi bangsa ini. Untuk pertama kalinya, perwakilan Indonesia berhasil lolos dan menyandang gelar bergengsi sebagai SFT Global Ambassador. Prestasi ini semakin istimewa mengingat ketatnya persaingan, di mana Indonesia menjadi satu dari hanya dua negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) yang berhasil meraih posisi elit tersebut.

Keberhasilan ini merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap kualitas inovasi anak muda Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa solusi yang lahir dari tantangan lokal di masyarakat mampu diterjemahkan menjadi teknologi yang berdampak global, inklusif, dan berkelanjutan.

RunSight: Menggabungkan empati dan AI

Di balik pencapaian global ini, terdapat sebuah inovasi brilian bernama RunSight. Solusi ini adalah perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas visual agar dapat berlari secara mandiri dan aman.

Tim Labmino, yang beranggotakan Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim; berangkat dari sebuah kepedulian dan empati. Mereka menghadapi tantangan teknis yang tidak mudah, yakni menciptakan perangkat yang low cost dan hemat energi, tetapi tetap memiliki performa tinggi. Tim dituntut untuk mengoptimalkan penggunaan AI yang kompleks agar sistem tetap ringan dan efisien tanpa mengorbankan keamanan pengguna saat beraktivitas. Hasilnya adalah teknologi yang membuka akses lebih setara dalam dunia olahraga inklusif.

 

Lebih dari sekadar kompetisi

Perjalanan Tim Labmino dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow adalah sebuah learning journey yang panjang. Anthony Edbert Feriyanto, perwakilan tim, mengungkapkan bahwa program ini mengubah cara pandang mereka terhadap potensi diri.

“Bagi kami, ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah program, tetapi tentang membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak,” kata Anthony. Ia menambahkan harapan agar pencapaian ini dapat menginspirasi anak muda Indonesia lainnya untuk berani bermimpi besar dan berinovasi dengan empati.

Dukungan untuk Indonesia Emas 2045

Prestasi ini turut mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa inovasi berbasis iptek seperti RunSight adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Beliau menyatakan kebanggaannya melihat Tim Labmino mampu berdiri sejajar dan berkontribusi di forum global.

Senada dengan hal tersebut, Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyebutkan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa "AI yang bermakna adalah AI yang mampu memberdayakan manusia". Samsung berkomitmen untuk terus menjadikan SFT sebagai wadah pembentukan pola pikir kritis dan kepemimpinan pemuda.

Melalui langkah Tim Labmino sebagai Global Ambassador, Indonesia mengirimkan pesan kuat kepada dunia: inovasi yang bertujuan mulia dapat lahir dari Indonesia, membuka peluang inklusif, dan siap memimpin masa depan melalui teknologi yang bermakna.