Sains
Rabu, 24 Desember 2025 11:05 WIB

Pesawat taksi udara tanpa pilot berhasil terbang pertama kali

Anak perusahaan Boeing bernama Wisk Aero telah mencapai pencapaian bersejarah dengan menyelesaikan penerbangan perdana pesawat eVTOL Generasi 6.
Sumber: Wisk Aero

Anak perusahaan Boeing bernama Wisk Aero telah mencapai pencapaian bersejarah dengan menyelesaikan penerbangan perdana pesawat eVTOL Generasi 6 miliknya. Pesawat penumpang otonom ini terbang dari fasilitas tes penerbangan Wisk di Hollister, California, sebagaimana dilansir dari New Atlas.

Meskipun penerbangan pertama pesawat eVTOL sudah menjadi hal biasa akhir-akhir ini, penerbangan Wisk ini berbeda karena merupakan model sertifikasi Generasi 6 yang diklaim sebagai kandidat pertama untuk sertifikasi tipe FAA (Administrasi Penerbangan Federal) pesawat eVTOL otonom yang membawa penumpang di Amerika Serikat.

Wisk telah mengembangkan pesawat eVTOL-nya selama lebih dari satu dekade, melalui lima iterasi sebelumnya. Setiap generasi menandai tahap perkembangan yang berbeda, dari konsep awal hingga prototipe pra-produksi untuk sertifikasi FAA.

Desain Wisk berbeda dari kompetitor seperti Joby atau Archer karena fokus pada otonomi sejati. Sementara taksi udara pesaing lainnya memiliki kontrol penerbangan konvensional dengan joystick dan pedal, Wisk menghilangkan semua itu termasuk pilot itu sendiri. Sebaliknya, sistem ini menggunakan model "Multi-Vehicle Supervisor" di mana seorang operator berbasis darat mengawasi hingga tiga pesawat sekaligus. Menurut perusahaan, pendekatan ini tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga meningkatkan keselamatan dengan mengurangi kesalahan manusia.

Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan jelajah 120 knot (222 km/jam) dan ketinggian operasi hingga 1.220 meter. Kapasitasnya mencapai empat penumpang ditambah bagasi. Transisi dari penerbangan vertikal ke horizontal memakan waktu sekitar 30 detik, berkat enam rotor pengangkat khusus dan enam rotor convertible di depan sayap.

Sayapnya yang panjangnya 15 meter dirancang dengan konfigurasi tinggi untuk stabilitas lebih baik dan visibilitas penumpang yang lebih baik. Sementara itu, ekor pesawat jenis "cross-tail" yang telah didesain ulang memberikan optimalisasi bobot dan kontrol pusat gravitasi yang lebih baik dari iterasi sebelumnya.

Penerbangan dikendalikan secara otonom, meskipun bukan AI sejati. Sistem avionika menggunakan algoritma berbasis logika dan prosedur dikombinasikan dengan rangkaian sensor Detect-and-Avoid (DAA) penuh untuk memenuhi standar keselamatan pesawat komersial dengan probabilitas kegagalan satu banding satu miliar.

Pax Insight

Penerbangan perdana Wisk Gen-6 menandai titik balik dalam evolusi transportasi udara modern yang menunjukkan bahwa otonomi penuh dalam penerbangan komersial bukan lagi mimpi jauh tetapi realitas yang sedang diuji dan divalidasi oleh badan regulasi internasional. Pencapaian ini membuka peluang besar untuk transformasi mobilitas urban di kota-kota besar seperti Houston, Los Angeles, dan Miami, dengan mengurangi ketergantungan pada kehadiran pilot sehingga menurunkan biaya operasional sambil meningkatkan keamanan melalui eliminasi kesalahan manusia.