Sains
Sabtu, 29 November 2025 14:08 WIB

Peneliti jadikan limbah lithium untuk perkuat beton hingga 74%

Beton adalah bahan konstruksi paling banyak diproduksi di dunia, dengan lebih dari 25 miliar ton digunakan setiap tahun.
Ilustrasi: Pinterest

Beton adalah bahan konstruksi paling banyak diproduksi di dunia, dengan lebih dari 25 miliar ton digunakan setiap tahun. Sayangnya, produksi beton menyumbang 8 persen dari total emisi gas rumah kaca global. Karena itu, setiap upaya mengurangi dampak lingkungan dari produksi beton sangat berharga.

Dilansir dari New Atlas, para peneliti dari Australia Selatan menemukan cara cermat untuk mengatasi dua masalah sekaligus: memanfaatkan limbah dari proses penambangan lithium yang merusak lingkungan untuk membuat beton lebih kuat dan tahan lama. Limbah ini bernama delithiated β-spodumene (DβS), yang dihasilkan saat mengekstraksi lithium dari batuan keras seperti spodumene ore.

Untuk memproduksi 1 ton lithium hidroksida monohidrat, proses tersebut menghasilkan sekitar 7-10 ton limbah DβS. Sejauh ini, limbah ini belum banyak dimanfaatkan dan cenderung dibuang sebagai sampah berbahaya, sehingga menimbulkan risiko kontaminasi tanah dan air tanah. Padahal, limbah itu punya potensi besar.

Tim insinyur dari Universitas Flinders menemukan bahwa DβS memiliki sifat pozzolanic, artinya bisa bereaksi kimiawi untuk memperkuat struktur beton, membuatnya lebih kedap dan tahan terhadap korosi. Mereka mengganti 25 persen konten fly ash (limbah pembakaran batubara) yang biasa digunakan sebagai pengikat dalam beton, dengan DβS.

Hasilnya sangat mengesankan. Penggunaan DβS memberikan peningkatan kekuatan beton sebesar 34 persen dibandingkan beton dengan 100 persen fly ash. Ketika tim menyesuaikan rasio larutan aktivasi alkali, kekuatan beton bahkan melonjak hingga 74 persen. Peningkatan ini terjadi karena struktur internal beton menjadi lebih padat dan kokoh setelah 28 hari pengeringan.

Dr. Aliakbar Gholampur, insinyur struktur yang memimpin penelitian, menjelaskan bahwa kemampuan mendaur ulang limbah DβS dalam konstruksi adalah solusi berkelanjutan yang mengurangi limbah industri, mencegah potensi kontaminasi, serta mendukung ekonomi sirkular di sektor pertambangan dan konstruksi. Penelitiannya diterbitkan di jurnal Materials and Structures bulan lalu.

Sebelumnya, Dr. Gholampur juga sudah meneliti bagaimana geopolimer yang diperkuat serat alami dan pasir dari limbah bisa menghasilkan beton modern dengan kekuatan dan daya tahan yang setara. Dengan temuan terbaru ini, limbah dari industri lithium yang semakin besar bisa menjadi sumber daya berharga, bukan sekadar masalah lingkungan.

Pax Insight

Temuan ini bukan sekadar inovasi teknis, tapi juga contoh nyata bagaimana siklus ekonomi bisa dilakukan di industri yang selama ini dianggap terpisah. Lithium dan beton, dua industri dengan dampak lingkungan besar, kini bisa saling menguntungkan dan mengurangi jejak karbon secara bersamaan. Jika dikembangkan lebih luas, ini bisa menjadi model kolaborasi industri yang mengutamakan kepedulian lingkungan tanpa mengorbankan kualitas infrastruktur.