Hibura
Jumat, 28 November 2025 22:32 WIB

Telkomsel beri bantuan sosial dan perbaikan jaringan terdampak musibah banjir di Aceh dan Sumatera

Telkomsel sampaikan duka cita mendalam atas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Perusahaan berkomitmen mempercepat pemulihan jaringan (site dan BTS terdampak ribuan) sambil menyalurkan bantuan kemanusiaan dan mendirikan dapur umum.

Selama beberapa hari terakhir, Indonesia terus diterpa oleh berita yang kurang menyenangkan. Beberapa wilayah di Indonesia terkena musibah, meninggalkan duka yang sangat dalam bagi para keluarga yang terkena musibah, banyak yang kehilangan harta dan paling parah harus kehilangan orang yang mereka cintai.

Atas duka yang sedang terjadi, Telkomsel menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor yang baru-baru ini melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini bikin pasokan listrik di sejumlah wilayah padam total, yang tentunya langsung nge-prank aktivitas masyarakat dan operasional layanan telekomunikasi.

Di tengah situasi yang sulit ini, Telkomsel langsung gaspol mengumumkan komitmen mereka untuk mempercepat pemulihan jaringan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak musibah.

Janji All-Out: Maksimalkan Upaya Pemulihan di Tengah Akses yang Sulit

Saki Hamsat Bramono, Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, menegaskan komitmen perusahaannya. “Di tengah tantangan akses dan infrastruktur yang masih sulit, kami berkomitmen untuk terus hadir dan memaksimalkan seluruh upaya untuk mempercepat pemulihan jaringan, sekaligus memperluas bantuan kemanusiaan.”

Saki juga menekankan bahwa mereka bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meringankan beban para korban, menunjukkan sikap all-out di tengah kondisi darurat.

Kondisi Aceh Paling Kritis: 1.430 Site Terdampak dan Butuh Perahu Karet

Di Provinsi Aceh, gangguan jaringan dilaporkan paling mengalami gangguan yang besar. Lebih dari 1.430 site, 2.400 BTS, dan 15 STO dilaporkan terdampak parah. Penyebabnya gak main-main: pemadaman listrik, robohnya tower SUTET, dan akses jalan yang terputus total.

Proses pemulihan di Aceh bahkan membutuhkan dukungan khusus, termasuk di antaranya penggunaan perahu karet dan perangkat satelit, menunjukkan betapa sulitnya menjangkau lokasi-lokasi terdampak untuk perbaikan infrastruktur.

Sumatera Utara dan Barat Gak Kalah Parah: FO Cut dan Kerusakan Backbone

Di sisi lain, situasi serupa juga terjadi di provinsi lain. Di Sumatera Utara, sekitar 1.100 site, 1.900 BTS, dan 10 STO juga terdampak, terutama di wilayah Gunung Sitoli, Teluk Dalam, dan Sibolga. Gangguan di Sumut ini diakibatkan oleh FO cut pada ruas jalur Sibolga–Barus. Sementara di Sumatera Barat, lebih dari 190 site, 360 BTS, dan 1 STO mengalami gangguan akibat kerusakan infrastruktur dan jalur backbone di beberapa titik.

Bantuan Gercep ke Pengungsi: Sembako, Air Bersih, dan Dapur Umum Disiapkan

Selain fokus pada teknis pemulihan jaringan, Telkomsel langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial. Bantuan berupa sembako dan air bersih disalurkan bagi lebih dari 400 KK pengungsi di Aceh Singkil dan +1200 KK di Pidie Jaya. Gak cuma itu, Telkomsel juga menghadirkan bantuan dapur umum untuk masyarakat terdampak di Sibolga, serta menyalurkan sembako dan air bersih di berbagai titik rawan seperti Sipirok, Agam, Tanah Datar, dan Pasaman Barat melalui posko kemanusiaan setempat.

Tak ketinggalan, untuk memastikan upaya pemulihan berjalan efektif dan bantuan kemanusiaan tepat sasaran, Telkomsel terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Tujuannya adalah mendukung percepatan pemulihan infrastruktur komunikasi serta memastikan seluruh bantuan menjangkau masyarakat yang benar-benar terdampak. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi layanan dan kondisi masyarakat di ketiga provinsi tersebut.

Telkomsel juga menghimbau kepada masyarakat, agar kita tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan selalu mengutamakan keselamatan selama masa darurat. Safety first, karena menjaga diri adalah kunci utama untuk melewati tantangan bencana hidrometeorologi ini.