Sains
Kamis, 27 November 2025 16:08 WIB

Peneliti: Aplikasi olahraga justru mengurangi motivasi

Aplikasi olahraga populer justru bisa menjadi penyebab seseorang malas berolahraga.

Para peneliti dari Universitas College London dan Universitas Loughborough menemukan hal menarik: aplikasi olahraga populer justru bisa menjadi penyebab seseorang malas berolahraga, sebagaimana dilansir dari New Atlas. Mereka menganalisis hampir 60 ribu postingan media sosial untuk memahami pengalaman pengguna dengan jujur, bukan hanya dari survei biasa.

Aplikasi yang diteliti mencakup MyFitnessPal, Strava, WW, Workouts by Muscle Booster, dan Fitness Coach & Diet. Hasilnya mengejutkan: sekitar 13 ribu postingan berisi komentar negatif, lebih dari setengahnya menyebut MyFitnessPal, aplikasi penghitung kalori yang paling populer.

MyFitnessPal menawarkan fitur lengkap untuk memantau asupan kalori, protein, karbohidrat, dan menetapkan target pribadi. Pengguna hanya perlu memindai barcode atau memasukkan resep, aplikasi siap memberikan panduan. Namun penelitian menunjukkan banyak pengguna merasa tidak puas.

Masalahnya dimulai dari rekomendasi yang tidak realistis. Beberapa pengguna malah disarankan "mengkonsumsi kalori negatif 700 per hari" untuk mencapai target berat badan. Ini menciptakan rasa bersalah dan malu pada pengguna yang tidak bisa mencapai target mustahil tersebut.

Tambahan lagi, pengguna mudah "curang" dengan tidak mencatat makanan tertentu. Ini menciptakan ilusi bahwa makanan yang tidak tercatat tidak pernah dimakan, yang akhirnya memicu rasa bersalah lebih besar. Beberapa pengguna akhirnya mengabaikan aplikasi dan kebiasaan sehat mereka sepenuhnya.

Aplikasi Strava juga bermasalah. Pengguna kehilangan semangat ketika aplikasi gagal merekam pencapaian lari mereka atau tidak menghitung rekor pribadi. Sistem pelacakan konstan ini menghilangkan kegembiraan berolahraga demi kepuasan sosial media.

Penelitian ini hanya menganalisis postingan negatif, jadi belum ada data ilmiah lengkap tentang manfaat aplikasi fitness. Namun temuan ini menjadi peringatan penting bagi pengembang aplikasi untuk mempertimbangkan dampak negatif produk mereka terhadap kesehatan mental pengguna.

Pax Insight

Aplikasi kebugaran yang dirancang untuk memotivasi justru bisa melemahkan semangat pengguna ketika fitur‑fiturnya menimbulkan target tidak realistis, rasa bersalah karena “kecurangan” pencatatan, dan tekanan perbandingan sosial dari metrik publik; temuan ini menegaskan bahwa pengembang perlu mengutamakan desain yang manusiawi, misalnya target adaptif berbasis kemampuan nyata, umpan balik yang meneguhkan daripada menghakimi, opsi privasi untuk metrik sosial, serta mekanisme untuk mengurangi beban pencatatan, sehingga teknologi mendukung motivasi intrinsik dan kesehatan mental, bukan hanya mengejar angka.